Misalnya beras, lanjut WiÂnarno, data produksi beras menunjukkan surplus dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) alami penurunan.
"Pada awal tahun cukup bagus. anuari hingga Februari produksi naik mencapai dua kali lipat. Stok berlimpah sehingga gudang Bulog penuh. Ini padahal baru memasuki panen raya," ungkap Winarno kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Dia meminta, Perum Bulog agar untuk menyerap gabah petani secepatnya. Jangan sampai harga gabah jatuh seÂhingga para petani tidak meraÂsakan keuntungan dari jerih payahnya menanam.
Winarno memproyeksi tahun ini target produksi beras dari gabah kering giling (GKG) mencapai 79 juta ton.
"Mudah-mudahan tidak ada faktor cuaca ekstrem yang bisa menganggu produksi," jelasnya.
Sementara untuk produksi jagung, lanjut Winarno, ditarÂgetkan mencapai 42 juta. Oleh karena itu, dia meminta, pemerintah tidak melakukan impor karena pasokan di dalam negeri berlimpah.
Dia meminta, pemerintah memberikan perhatian khusus penanganan pasca panen. Menurutnya, penanganan masa panen selama ini buruk. Masalah tersebut selama ini tidak pernah tertangani dengan baik dari tahun ke tahun. Antar lembaga pemerintah saling lempar tanggung jawab dalam penanganan ini.
Dia menyebutkan, petani sangat membutuhkan alat pengering (
dryer) jagung. Karena, saat ini jumlahnya masih sangat terbatas. Peralatan itu dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produk-produk petani dan mengerek harga jual.
Winarno menerangkan, pabrik pakan membutuhkan jagung dengan kadar air sebesar 15 persen. Sementara jagung hasil pertanian memiliki kadar lebih lebih dari 15 persen.
"Mengingat panen raya daÂlam jumlah besar terjadi hanya tiga bulan, pemerintah, industri dan pelaku usaha harus segera menyiapkannya," ungkapnya.
Dia mengakui, pemerintah melalui Kementerian Pertanian sudah mengalokasikan dana cukup besar untuk mendukung para petani, namun selama ini hanya terfokus pada sektor produksi, belum penanganan pasca panen.
Bagaimana produksi pangan lain? Winarno yakin juga akan mengalami peningkatan. Karena, rata-rata produksi pada awal tahum menunjukan hasil positif. Walaupun harus diakui faktor cuaca ke depan akan ikut menjadi penentu capaian produksi. ***
BERITA TERKAIT: