Pengadaan trainset Skytrain beserta teknologinya ini disiapÂkan PT LEN Industri Persero, dan perusahaan asal Korea SeÂlatan (Korsel) Woojin.
Direktur Utama AP II MuhamÂmad Awaluddin menjelaskan, anggaran Rp 530 miliar tersebut dialokasikan untuk pembanguÂnan infrastruktur dan pengadaan unit Skytrain.
"Untuk pembangunan inÂfrastruktur seperti jalur dan terminal Skytrain, kami berinÂvestasi sebesar Rp 420 miliar, di mana pembangunannya diÂlakukan oleh Kerja Sama OpÂerasi (KSO) antara PT Wijaya Karya dan PT Indulexco," kata Awaluddin.
Sementara investasi sisanya, tambah Awaluddin, dialokasiÂkan untuk pengadaan rangkaÂian kereta.
Nantinya keberadaan Skytrain akan melengkapi fasilitas terkait moda transportasi lainnya, sepÂerti kereta bandara yang menÂghubungkan secara langsung Jakarta dengan Bandara InterÂnasional Soekarno-Hatta.
"Melalui Skytrain dan kereta bandara diharapkan volume kendaraan bermotor di akses bandara maupun di kawasan bandara akan berkurang, sehÂingga arus lalu lintas bisa lebih lancar," harapnya.
Dilanjutkan Awaluddin, Skytrain ini dilengkapi sistem Automated Guideway Transit (AGT) dengan ban karet yang dilengkapi pengarah dan berpengÂgerak sendiri atau self propelled.
"Meski tanpa pengemudi, kecepatan operasi Skytrain ini bisa mencapai 60 km/jam. Kami bangga bisa bersinergi dengan LEN Industri dan PT Wijaya Karya dalam menghadirkan Skytrain," lanjutnya.
Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan, Awaluddin menarÂgetkan bisa membawa Bandara Soetta ke level yang lebih tinggi sekaligus menjadikan sektor keÂbandarudaraan nasional berada di era baru.
Saat ini AP II juga terus menÂingkatkan kontribusi bisnis non-aeronautika agar bisa mencapai 50 persen dari total pendapatan perseroan.
"Indikator bandara kelas dunia itu adalah bisnis non aeronauÂtikanya seimbang. Kita ingin 50:50, jadi seimbang," kata Awaluddin.
Saat ini, pendapatan dari bisnis aeronautika masih mendominasi total pendapatan perseroan.
Pendapatan non-aeronautika pada 2017 ini diperkirakan baru berkontribusi sebesar 13 persen terhadap total pendapatan AP II. ***
BERITA TERKAIT: