Ketemu Presiden, Bos ADB Siap Kucurin Utang 2 Miliar Dolar AS

Kamis, 02 Februari 2017, 09:52 WIB
Ketemu Presiden, Bos ADB Siap Kucurin Utang 2 Miliar Dolar AS
Presiden ADB Takehiko Na­kao/Net
rmol news logo Asian Development Bank (ADB) menyatakan siap meng­gelontorkan pinjaman sebesar 2 miliar dolar AS untuk Indonesia tahun ini. Pinjaman ini merupa­kan bentuk komitmen ADB yang menjanjikan pinjaman sebesar 10 miliar dolar AS selama lima tahun (2016-2019).

Presiden ADB Takehiko Na­kao mengungkapkan, kemi­traan dengan Indonesia terkait pinjaman, akan difokuskan untuk peningkatan layanan in­frastruktur, penguatan tata kelola ekonomi dan peningkatan pen­didikan dan ketrampilan.

"Sementara dalam operasi sektor swasta, ADB akan ber­investasi di berbagai sektor seperti energi bersih dan terba­rukan, agribisnis, rumah sakit serta farmasi," kata Nakao saat menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, kemarin.

Nakao menuturkan, pening­katan investasi di bidang in­frastruktur penting untuk mem­perluas basis perekonomian dan membuka lapangan kerja.

Menurutnya, dukungan ADB di sektor energi akan memper­luas jangkauan dan efisiensi jaringan kelistrikan nasional serta membantu pengembangan sumber energi bersih seperti gas alam dan panas bumi.

Untuk investasi irigasi pede­saan, ADB akan membantu meningkatkan produktivitas dan penghasilan pedesaan. Sedang­kan investasi di perkotaan akan mendukung program sanitasi di berbagai kota di Indonesia. Dan, bidang manejemen pengeluaran publik, akan membantu meningkatkan mutu belanja negara. Termasuk membuatnya yang lebih tepat sasaran untuk mem­bantu kelompok miskin.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indra­wati mengungkapkan, banyak hal yang dibicarakan Presiden Jokowi dengan Nakao dalam pertemuan. Antara lain, kebi­jakan yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi. Dan, kebijakan untuk mengurangi kesenjangan dan kemiskinan.

Sri Mulyani menilai, ADB merupakan mitra penting In­donesia. Indonesia merupakan salah satu pemegang saham lem­baga keuangan tersebut. "In­donesia sebagai anggota ADB memiliki pangsa saham yang besar dan sekaligus peminjam dari ADB," katanya.

Sekadar informasi, sebagai salah satu negara pendiri ADB, Indonesia telah menerima 31,8 miliar dolar AS dalam bentuk pinjaman negara maupun non-negara, serta 3,2 juta dolar AS dalam bentuk bantuan teknis dan hibah.   ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA