Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi KementeÂrian ESDM IGusti Nyoman Wiratmaja Puja mengungkapÂkan, upaya memulai upaya mempercepat pengembangan dilakukan dengan melakukan pembahasan secara insentif dengan Inpex.
"Sesuai arahan Menteri, tim akan bergerak terus, tiap minggu tim akan laporan ke Pak Menteri," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGusti Nyoman Wiratmaja Puja di Jakarta, pada akhir pekan.
Wiratmaja mengatakan, percepatan antara lain diÂlakukan dengan mengebut menyelesaikan proses adÂministrasi. Selain itu, menÂjalankan beberapa proses secara paralel seperti analisis dampak lingkungan (AmÂdal) yang bisa dilakukan bersamaan dengan tahap
front end engineering design (FEED).
Soal pertemuan menteri dengan Inpex, Wiratmaja menjelaskan, perusahaan miÂgas asal Jepang tersebut juga menyampaikan permintaan agar tingkat pengembalian modal (
Internal Rate of ReÂturn/IRR) diperbaiki menjadi lebih menarik.
"Inpex kan sebagai investor selalu minta kalau bisa IRR yang atraktif untuk mereka, di kisaran kira-kira 15 persen," ungkapnya.
Selain itu, Inpex juga meminta beberapa keringanan untuk mengembangkan Masela, seperti insentif.
Wiratmaja mengaku pihaknya belum memberikan keputusan. Menurutnya, hal tersebutharus dibicarakan lebih intens. Karena itu, akan dilakukan pertemuan rutin untuk membahasnya.
"Keputusan final investasi (Final Investment Decision/ FID) kita harapkan selesai 2018," katanya.
Vice President CorpoÂrate Services Inpex, Nico Muhyiddin mengaku, selain membahas Masela, pihaknya memanfaatkan pertemuan dengan Arcandra sebagai ajang perkenalan.
"Sifatnya kunjungan keÂhormatan karena ini menteri baru dan kami juga belum kenal sehingga pada kesemÂpatan ini kami gunakan untuk saling kenalan. Di sini kami juga kenalkan proyek Inpex di mana saja dan Inpex sudah cukup lama di Indonesia seÂjak 50 tahun dan kami harap bisa stay sampai 50 tahun ke depan dan seterusnya," pungkasnya. ***
BERITA TERKAIT: