Pabrik Gula KTM Jalin Kemitraan Dengan 3 Ribu Petani Lamongan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 09 November 2015, 11:40 WIB
Pabrik Gula KTM Jalin Kemitraan Dengan 3 Ribu Petani Lamongan
Franky Sibarani/net
rmol news logo . Badan Koordinasi Penanaman Modal (PKPM) terus mendorong realisasi investasi yang berkontribusi positif secara langsung pada kesejahteraan masyarakat Indonesia. Salah satunya realisasi investasi pabrik gula yang dilakukan PT. Kebun Tebu Mas (KTM) di Lamongan, Jawa Timur.

Kepala PKPM Franky Sibarani menyampaikan investasi gula tersebut diharapkan memberikan kesejahteraan bagi petani tebu.

"Investasi diharapkan memberikan kemanfaatan secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat. Di sini kami memberikan apresiasi pada PT. Kebun Tebu Mas, sebagai investor gula yang berupaya berkontribusi terhadap kesejahteraan petani tebu," katanya dalam keterangan resmi, Senin (9/11).

Franky menilai KTM menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan 3.000 petani. Bentuk kemitraan itu antara lain penyediaan bibit unggul dan technical assistant mengenalkan teknologi terbaru dalam proses penanaman tebu, dimana hal itu akan berlanjut peningkatan produktivitas petani.

Selain itu, KTM melakukan inovasi dalam proses jual beli tebu yang lebih transparan, mulai perhitungan nilai rendemen tebu menggunakan metode core sampler hingga mekanisme pembayaran tebu yang dilakukan bekerja sama dengan Bank BRI. Investasi yang dilakukan oleh KTM juga berkontribusi positif pada upaya pemerintah menciptakan lapangan kerja sebesar 2 juta per tahunnya.

Untuk dapat memenuhi target tersebut, salah satu strategi yang ditempuh pemerintah menjadikan investasi padat karya sebagai fokus dan prioritas investasi. Terlebih dengan fakta elastisitas tenaga kerja Indonesia semakin menurun. Pada tahun 2004, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap 450 ribu tenaga kerja. Tahun 2014, dari 1 persen pertumbuhan ekonomi hanya mampu menciptakan 160 ribu tenaga kerja.

KTM memiliki rencana investasi US$ 522 juta dan telah merealisasikan investasinya Rp 2,5 triliun dengan kebutuhan tenaga kerja baru 1.200 orang. Perusahaan memproduksi molases sebesar 100 ribu ton, gula tebu sebesar 1,08 juta ton yang 50 persen untuk pasar ekspor dan tebu sebesar 10,8 juta ton.

Berdasarkan data BKPM, hingga Triwulan III Tahun 2015, realisasi investasi mencapai Rp 259,7 triliun, naik 16,6 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 343,7 triliun. Jumlah ini memberikan penyerapan tenaga kerja hingga 1.059.734 orang, naik 9,3 persen dari tahun lalu sebanyak 960.336 orang. [rus]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA