"Industri menengah kita semakin lama kemampuan produksi semakin berkurang," tutur Gobel dalam diskusi akhir pekan di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/05)
Gobel mengatakan, kegiatan impor ini bukan kali ini saja, bahkan semasa dirinya berada di Kadin.
"Yang mengkhawatirkan adalah beras, pakaian bekas, dan jeroan pun kita sampai harus impor dari luar negeri," ucapnya miris.
Kendati demikian, imbuh dia, Kemendag terus berupaya untuk menggairahkan pasar ekspor agar para usaha kecil dalam negeri mampu bersaing dengan produk-produk asing.
"Kita targetkan mampu meningkatkan ekspor 300 persen. Kita harus
fight, kalau berkeluh kesah saja maka akan
diketawain negara tetangga. Kita punya kekuatan yang harus diberdayakan," katanya, optimistis.
[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: