Tekanan terbesar terjadi di pasar saham Korea Selatan, sementara pergerakan bursa di Jepang dan Australia juga cenderung berada di zona merah.
Di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 5,36 persen pada awal perdagangan. Penurunan tajam tersebut membuat Bursa Efek Korea menghentikan sementara perdagangan selama lima menit (trading curb) untuk meredam gejolak pasar. Sementara itu, indeks Kosdaq, yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil, turun 3,55 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,70 persen, sedangkan indeks Topix masih mampu menguat tipis 0,13 persen. Adapun indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, turun 0,59 persen.
Di sisi lain, investor juga mencermati perkembangan inflasi di Korea Selatan. Inflasi pada Juni tercatat sebesar 3,2 persen secara tahunan, menjadi level tertinggi sejak Desember 2023.
Angka tersebut sejalan dengan perkiraan ekonom yang disurvei Reuters dan menandai empat bulan berturut-turut inflasi mengalami percepatan.
Kondisi itu semakin memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Korea berpotensi kembali menaikkan suku bunga dalam rapat kebijakan moneter yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli mendatang.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: