Ketua Asosiasi Produsen Perbenihan Hortikultura Indonesia (Hortindo) Afrizal Gindow mengatakan, pihaknya dan para petani tengah memohon kepada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menguji pasal pembatasan investasi di industri benih sayuran karena berpotensi merugikan ekonomi nasional.
Menurut Afrizal, yang paling dirugikan apabila aturan ini diberlakukan adalah para petani sayur yang kesulitan untuk mendapatkan varietas unggul dan petani mitra perusahaan yang memproduksi benih.
Pihaknya berharap MK dapat mengeluarkan industri perbenihan hortikultura dari pasal 100 ayat 3 dan asal 131 ayat 2. Dalam Pasal 100 ayat 3 membatasi besarnya penanaman modal asing pada usaha hortikultura hanya 30 persen, sedangkan pasal 131 ayat 2 yang menyebutkan peraturan tersebut berlaku surut.
Afrizal mengatakan, pada prinsipnya produsen benih dan petani mendukung undang-undang ini yang memiliki semangat dan tujuan yang baik untuk memajukan pelaku usaha hortikultura lokal. Namun, di dalamnya terdapat permasalahan mendasar yang tidak disadari pembuat undang-undang yakni menyamaratakan seluruh industri hortikultura untuk tunduk dan terikat pada pembatasan modal tersebut.
Afrizal mengaku, apabila peraturan itu diberlakuan maka Vietnam, Malaysia dan Thailand akan diuntungkan karena akan leluasa memasukkan benihnya termasuk produk hortikulturanya ke Indonesia.
Petani cabe asal Majalengka Fahrudin khawatir akan ketersediaan benih unggul berkualitas akan terbatas. Padahal, selama menggunakan varietas unggul, produksi bisa naik tiga sampai empat kali. “Sebagai petani awalnya hanya mampu memproduksi cabe 3 ton per hektar per tahun, itupun sulit untuk menjualnya karena buahnya tidak bagus.
“Tapi setelah menggunakan varietas unggul yang berkualitas, mampu memproduksi sampai 9 ton per hektar per tahun dengan buah yang seragam sehingga tidak sulit untuk memasarkannya,†terang Fahrudin.
Hal yang sama disampaikan Jaenudin, petani asal Pandeglang, Banten. Dia mengaku telah bermitra dengan salah satu perusahaan benih asing selama lebih dari 10 tahun untuk memproduksi benih berbagai sayuran unggul dan berhasil membuka peluang pekerjaan bagi petani setempat. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google