Kebanyakan Wacana, Konversi BBM Ke BBG Cuma Lagu Lama

Wamen ESDM Klaim Tim Percepatan Dibuat Kerja Sama Dengan Swasta

Senin, 04 Maret 2013, 08:00 WIB
Kebanyakan Wacana, Konversi BBM Ke BBG Cuma Lagu Lama
ilustrasi/ist
rmol news logo .Rencana pemerintah mengkonversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) tahun ini berjalan lamban. Pemerintah dianggap hanya melempar wacana karena kegagalannya pada tahun-tahun sebelumnya.

“Itu hanya lagu lama. Program ini pernah dicanangkan pada 2005, namun belum juga berhasil,” ujar pengamat energi Dirgo Purbo di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Mengenai konversi yang bertu­juan menghemat BBM, me­nurut Dirgo, memang upaya yang bagus. Namun, dalam pelak­sanaan kon­versi ini harusnya ada kejela­san. Semua penghematan BBM bagus, namun harus terukur ketika men­canangkan konversi tersebut.

Menurut Dirgo, konversi BBM ke BBG harus ada kejelasan siapa dulu yang akan menggunakan BBG. Dengan ada kejelasan siapa yang menggunakan BBG, akan mendorong keberhasilan kon­ver­­si tersebut. “Misalnya, mobil di­nas pemerintah dulu yang di­kon­versi. Kalau sudah terukur seperti ini harus dihayati, bukan sekadar proyek,” tekannya.

Wakil Direktur Eksekutif Re­fomainer Energi Komaidi Noto­negoro mengatakan, sebaik­nya pemerintah melakukan per­siapan yang lebih matang jika berniat mengubah pola konsumsi mas­yarakat terhadap penggunaan BBM bersubsidi.

“Pemerintah saya kira jangan banyak bicara dan wacana saja. Lebih baik disiapkan dengan ma­tang, diimplementasikan dan baru disampaikan ke publik,” kata Komaidi.

Menurut dia, pemerintah harus bekerja lebih giat selain ada tin­dakan nyata jika mengingin­kan masyarakat menerima kebi­jakan konversi BBM ke BBG. Persoal­an tidak akan selesai dengan ha­nya banyak wacana.

Namun, Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (Wa­men ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan, tim percepatan telah dibuat dan bekerja sama dengan swasta guna mengoptimalkan sasaran implementasi konversi.

“Kita sudah gandeng PT Peru­sahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Pertamina dan swasta seperti Medco, serta Himpunan Wiras­wasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas),” ujarnya.

Susilo mengatakan, sasaran aksi percepatan ini, Stasiun Pe­ngisian Bahan Bakar Gas (SPBG) akan segera diwujudkan atau melakukan revitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Nanti harus dipastikan SPBG bisa terintegrasi dengan SPBU lewat bantuan Hiswana Migas atau PGN yang membangung SPBG online,” katanya.

Dengan demikian, katanya, rea­lisasi program tersebut akan di­lihat masyarakat sehingga pro­yek kon­versi ini berhasil di­mak­simalkan. Opsi-opsi aksi per­ce­patan juga di­proyeksi bakal mem­bangun pipa gas guna di­dis­tribusikan lang­sung ke setiap SPBG yang sudah terin­tegrasi di SPBU.

Bagikan Converter Kit

Guna memaksimalkan kebija­kan konversi BBM ke BBG, Kementerian ESDM memba­gikan converter kit untuk kenda­raan umum, taksi dan mobil dinas pemerintah dan Pemerintah Dae­rah (Pemda).

Direktur Pembinaan Usaha Hi­lir Minyak dan Gas Bumi Ditjen Migas Kementerian ESDM Umi Asngadah menjelas­kan, converter kit akan dibagikan di Palem­bang dan Surabaya dengan ma­sing-masing alat konversi 1.000 unit. Sementara untuk Jabodeta­bek sebesar 2.000 unit.

“Kita sudah koordinasi de­ngan Kepala Dinas Perhubungan se­tempat,” kata Umi.
Umi menjelaskan, pembagian converter kit tambahan itu dila­kukan untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan BBG agar pengelola SPBG dapat meraup keuntungan.

Saat ini, pihaknya tengah mela­kukan proses lelang penga­daan converter kit. Total anggaran un­tuk kegiatan ini sekitar Rp 70 mi­liar. Selain Kementerian ESDM, tahun ini Kementerian Perindus­trian (Ke­menperin) juga akan mem­­bagikan sekitar 14.000 converter kit untuk kendaraan umum.

Sebagai informasi, pemerintah berencana melakukan konversi BBM ke BBG dengan tujuan un­tuk menekan konsumsi BBM ber­subsidi. Rencana itu sempat gagal dilaksanakan sesuai target pada 2012 karena terbentur anggaran.

Badan Penelitian dan Pengem­bangan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (Balitbang ESDM) sebelumnya mengu­sul­kan pembuatan SPBG untuk kendaraan dinas kementerian, dengan nilai investasi sebesar Rp 5-10 miliar. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA