Dia mengatakan, sejak 2009 PNM memiliki total nasabah UMK yang disalurkan melalui ULaMM secara akumulatif lebih dari 160 ribu di seluruh Indonesia.
Dengan jumlah kantor ULaMM sebanyak 477 unit, menurut dia, PNM mampu membukukan total outstanding pembiayaan sebesar Rp 2,81 triliun hingga akhir tahun lalu atau tumbuh sekitar 24,65 persen dibanding 2011. “Secara akumulasi, pencairan pembiayaan selama periode 2008-2012 mencapai Rp 7,2 triliun,†terang Parman.
Sedangkan untuk tahun ini, PNM memproyeksikan pertumbuhan penyaluran kredit 25 persen atau menjadi sekitar Rp 3,1 triliun. Dia optimis dapat merealisasikan proyeksi pencapaian kinerja 2013 karena didukung jaringan PNM yang luas di seluruh Indonesia.
Tahun ini, PNM memiliki jaringan kantor layanan sekitar 700 yang terdiri dari 577 ULaMM, 92 klaster, 22 kantor cabang dan 8 kantor cabang pembantu. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google