Saldo 20 Rekening Batavia Cuma Rp 1 M, Karyawan Kirim Somasi

Penyelesaian Utang Rp 1,2 Triliun Tergantung Investor Baru

Sabtu, 09 Februari 2013, 08:23 WIB
Saldo 20 Rekening Batavia Cuma Rp 1 M, Karyawan Kirim Somasi
ilustrasi, Batavia air
Kecil Besar
rmol news logo Karyawan PT Metro Batavia melayangkan somasi kepada pihak manajemen dan kurator yang menangani pailit perusahaan penerbangan tersebut. Langkah tersebut mereka tempuh untuk mendapatkan kejelasan nasib.

Kuasa hukum karyawan Odie Hudiyanto mengungkapkan, so­masi sudah dilayangkan ke pihak-pihak terkait. Inti isi somasi meng­­a­jak, pe­rusahaan, kurator, dan Di­nas Ke­tenagakerjaan (Disna­ker) Kota Tangerang meng­gelar per­temuan membahas nasib kar­ya­wan.

“Pertemuan itu kita harapkan bisa menemukan kejelasan nasib karyawan,” kata Odie seperti di­kutip mediaonline, kemarin. Odie menerangkan, upaya me­nempuh langkah hukum dilaku­kan atas persetujuan karyawan. Kemarin, kurang lebih 350 kar­yawan ber­kumpul di Engineering Shop Ba­tavia Air, pergudangan Bandara Soekarno Hatta guna me­nyam­paikan dukungan.

Dia mengaku su­dah melakukan pendataan karya­wan. Namun bila masih ada karyawan yang ingin menyerah­kan data, pihaknya ma­sih membuka diri. Odie berharap, hak-hak kar­ya­wan bisa dipenuhi. Selama proses hukum masih ber­lang­sung, karyawan berhak me­ne­rima upah dan menerima pesangon.

Dia menambahkan, pembelaan hukum yang dilakukannya fokus menangani karyawan Batavia yang berada di sekitar Bandara Soekarno Hatta dan Kawasan Per­gudangan Bandara Mas, Se­lapanjang, Kota Tangerang.

Tim kurator Batavia Air, Thur­man Panggabean mengatakan, pihaknya belum menerima surat somasi dari karyawan Batavia Air. 

“Itu kabar dari mana? Saya be­lum tahu. Kalau memang ada, sila­kan  suratnya diserahkan saja ke kami,” kata Thurman kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Thurman mengatakan, pihak­nya belum bisa bersikap meres­pon permintaan karyawan ka­rena belum tahu persis isi surat so­ma­­si­nya. Diungkapkan, saat ini pi­hak­nya sedang fokus me­nye­lesaikan amanah Pengadilan Niaga mengu­rus masalah palit Batavia Air.

Menurutnya, tim kurator sudah selesai melakukan perhitungan utang Batavia Air. Total hutang Ba­tavia Air Rp Rp 1,2 triliun. De­­ng­an rincian, hutang kepada pe­milik tiket Rp 95 mi­liar, pemilik mesin Rp 500 miliar, bank 240 miliar, supplier 130 mi­liar dan pemilik saham Rp 50 mi­liar.

Dalam data yang dihitung Ku­rator, sama sekali tidak tercantum kewajiban terhadap karyawan. Dengan fakta ini, karyawan Bata­via bisa gigit jari.

“Masalahnya, dari 20 rekening milik Batavia yang kami telusuri jumlahnya hanya Rp 1 miliar. Itu sangat jauh sekali dari hutang yang mereka miliki,” jelasnya.

Thurman mengatakan, masalah hutang tersebut tetap bisa dise­le­saikan apabila investor yang ter­tarik dengan Batavia Air mena­namkan modal dan siap me­nang­gung semua hutang.

Selain hutang itu, Batavia di­duga memiliki hutang lain yang belum tercatat tim kurator.

Ge­neral Manager Angkasa Pura I Bandara Sepinggan, Balik­papan Herry AY Sikado menca­tat, utang Batavia Air sejak ber­henti bero­pe­rasi mencapai Rp 1,2 miliar.

Utang sebesar itu hanya untuk pe­layanan jasa penerbangan dan biaya pendaratan pesawat di Se­pinggan. “Utang itu belum ter­ma­suk biaya parkir dua pesawat yang kini masih ada di bandara Sepinggan,” katanya.

Menurutnya, seluruh tagihan akan segera dimasukkan dalam catatan penagihan yang akan di­sampaikan kepada kurator yang telah ditunjuk pengadilan.

Sikado menerangkan, hingga saat ini, pihaknya belum dihubu­ngi oleh kurator terkait dengan ma­salah pembayaran utang ter­se­but. Namun, dirinya maklum ka­rena tim kurator sedang meng­hi­tung kepemilikan aset Batavia di seluruh bandara Indo­nesia. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA