Investor Rame-rame Buru Obligasi PLN

Jumat, 08 Februari 2013, 07:55 WIB
Investor Rame-rame Buru Obligasi PLN
PT PLN (persero)
Kecil Besar
rmol news logo .PT PLN (persero) mengklaim banyak investor tertarik berinves­tasi di perusahaan strum tersebut.

Direktur Perencanaan Mana­jemen Resiko PLN Murtaqi Syam­sudin mengungkapkan, ba­nyak investor menanyakan ka­pan PLN menerbitkan obligasi lagi. Mereka ingin sekali me­milikinya.

“Para investor percaya kepada kami. Mereka bilang Indonesia ma­sih menarik. Apalagi kupon rate 5,25 persen dan rasanya lebih baik ketimbang obligasi yang di­­ter­bit­kan Pertamina maupun obli­gasi Pe­merintah,” kata Mur­taqi ke­pada wartawan di Ja­karta, kemarin.

Dia mengatakan, tinggi­nya ke­percayaan investor kepada PLN karena prospek pe­rusahaan ini dianggap cukup baik ke depan. Apalagi, pertumbuhan ekonomi negeri ini stabil.

PLN tahun lalu meraup dana dari penerbitan obligasi global se­nilai satu miliar dolar AS. Angka tersebut merupakan transaksi obli­gasi pertama PLN dengan tenor 30 tahun yang diterbitkan dalam kurun waktu lima tahun ter­akhir.  Obligasi itu bernilai ku­pon 5,25 per­sen dengan tenor 30 tahun, jatuh tempo pada Oktober 2042.

Murtaqi menuturkan, pihaknya su­dah mendapat masukan dari lem­baga riset pengembangan pe­rusa­haan. PLN kini sedang mem­per­timbangkan untuk menyu­sun rencana  penyediaan tenaga listrik (RUPTL) untuk 2012-2021.

Sekedar informasi, realisasi in­vestasi PLN pada 2012 Rp 50,6 tri­liun. Jumlah ini di bawah target Rp 79,7 triliun. Tahun ini, PLN meng­­anggar­kan Rp 64,9 triliun untuk pembangunan pembangkit listrik.
Pengamat energi Kurtubi me­nilai ketertarikan investor untuk berinvestasi di PLN itu merupa­kan sinyal positif.

“Selama ini ketersediaan listrik di Indonesia masih sangat ter­ba­tas. Sementara kebutuhan listrik setiap tahun terus naik. PLN me­merlukan investor untuk mem­bangun pembangunan pembang­kit listrik baru dan infrastruktur dis­tribusi,” katanya.

Kurtubi mengingatkan, PLN bisa menjamin kepastian ber­investasi. Jangan sampai keter­tarikan me­reka buyar karena ada­nya oknum yang mengacau in­ves­tasi PLN.

Anggota DPR Komisi VII Dewi Aryani mengatakan, ba­nyak­­nya investor merupakan tan­tangan untuk PLN. “Banyak pro­yek yang belum diselesaikan se­perti proyek pembangkit listrik  100 ribu Mega Watt (MW),” kata Dewi. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA