Menurut Sekjen Asosiasi PeÂngusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani, idealnya urusÂan penentuan kuota imÂpor daÂging diserahkan kepada KeÂmenÂperin dan KemenÂdag saÂja.
“Mekanismenya bisa leÂwat rapat koordinasi di KeÂmenÂko PerÂekonomian,†katanya kepada
RakÂyat MerÂdeka, kemarin.
Menurutnya, gara-gara selama ini Kementan ikut menentukan jumÂlah kuota impor, kepentingan konÂsumen dan industri terbengÂkalai. Sebab, Kementan lebih berÂpihak kepada peternak. AkibatÂnya, harga daging tak terjangÂkau.
“Kesibukan Kementan ikut caÂwe-cawe menentukan kuota imÂÂpor daging juga membuat meÂreka tidak fokus meningkatkan proÂduksi daging sapi. Padahal, sebaÂgai kementerian teknis sudah semestinya mereka fokus pada tugas pokoknya,†kritik Franky.
Franky tak yakin masalah kuoÂta impor bisa tuntas jika KeÂmenÂtan masih melakukan kerja ganda. “Yang diÂpegang KeÂmentan saat ini adalah data senÂsus sapi. Tapi, apakah KemenÂtan meÂngeÂtahui secara pasti keÂbuÂtuhan industri dan rumah tangga,†tanya Franky.
Apindo memproyeksi, kebuÂtuÂhan daging tahun ini akan naik 10 persen. “Kita lihat saja pada seÂmesÂter dua. Kalau suplai daÂlam negeri kurang, maÂka kuota impor daging harus ditambah,†tanÂdasnya.
Franky mempertanyakan hituÂngan Mentan Suswono yang biÂlang 85 persen kebutuhan daging bisa dipenuhi dari dalam negeri. Dia menduga, hitungan KemenÂtan tidak valid karena asumsi kaÂlangan pengusaha akan terjadi peningkatan kebutuhan. TerbukÂti, sempat terjadi kelangkaan daÂging di pasaran. Selain itu, terÂjadi keÂkosongan di tempat peÂmotoÂngan hewan.
Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron memperkiraÂkan, masalah impor daging akan menjadi masalah dalam 1-2 tahun mendatang. Karena proÂduksi daÂging lokal belum mampu menÂcukupi kebutuhan dalam negeri.
“Mudah-mudahan swaÂsemÂbada daging 2014 bisa terÂcapai,†imbuhnya.
Herman menyatakan, pihaknya tidak bisa mengintervensi menenÂtukan jumlah kuota daging. KaÂrena kewenangannya ada di peÂmerintah.
Masalah kuota daging sapi menÂÂjadi sorotan setelah bekas PreÂsiden PKS,Luthfi Hasan Ishaaq ditangkap KPK dan ditetapkan menjadi terÂsangka. KPK menÂduga, Luthfi menerima suap dari pengusaha importir daÂging yang meÂminta penambahan kuota.
Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menuturkan, pihaknya dengan kementerian terkait akan segera melakukan pemetaan kebutuhan impor daÂging nasional.
Bayu menjelaskan, pemetaan tersebut akan menjelaskan secara detail seberapa besar kebutuhan daging, misalnya di pasar segar, supermarket, industri besar dan kecil. Tak hanya secara volume tetapi juga menyangkut masalah jenis daging dan lainnya.
“Jadi nanti kita bisa menunjukÂkan kita kurang di mana, kita akan laporkan pada level rakor menteri. Maret kita akan menguÂsulkan rapat itu,†katanya kepada wartawan di kantornya, akhir peÂkan lalu. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: