.Puluhan aktivis dari Persatuan Mahasiswa Indonesia (PMI) mendesak Menteri BUMN Dahlan Iskan mengevaluasi kinerja direksi Telkom, terkait kasus dugaan korupsi proyek Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) sebesar Rp 1,4 triliun.
Desakan itu dikatakan KorÂdinator Aksi PMI Ariyotomo dalam aksi demo di depan geÂdung Telkomsel di Gatot SubroÂto, Jakarta, Senin (19/11). MeÂreka menuntut direksi Telkom dievaluasi.
“Pak Dahlan harus segera memÂbenahi kinerja Telkom kaÂrena program MPLIK yang diÂgulirkan Kementerian KoÂmuÂnikasi dan Informatika (KeÂmenÂkominfo) dinilai sarat koÂrupsi, dan mobil internet di daeÂrah maÂsih banyak yang jalan di tempat alias belum bisa diopeÂraÂsikan,†kata Ariyotomo, kemarin.
PMI juga mempertanyakan keÂtidaktransparanan Telkom dalam realisasi mobil internet. Selain miÂÂnim sosialisasi, masyarakat daeÂrah banyak yang belum paÂham dalam penggunaan mobil inÂternet. Buntutnya, layaÂnan moÂÂbil internet banyak yang tiÂdak diÂpakai oleh masyarakat.
“Mestinya sebelum program itu digulirkan, sosialisasi dan inÂfrastrukturnya harus disiapkan supaya masyarakat dan pemeÂrintah daerah setempat bisa meÂmahami program itu. Dengan beÂgitu, efisiensi mobil internet bisa dilakukan,†katanya.
Ketua Komisi I DPR bidang teÂÂlekomuniasi Mahfudz SidÂdiq memÂpersilakan Kejaksaan Agung (Kejagung) maupun Komisi PemÂberantasan Korupsi (KPK) meÂÂngusut dugaan korupÂsi di proÂyek MPLIK.
“Kalau program itu merugiÂkan negara, KPK mesti meÂnaÂngaÂninya. Begitu juga MenÂteri BUMN haÂrus segera menyeÂleÂsaikan kisruh mobil internet di BUMN terseÂbut,†kata Mahfud kepada Rakyat Merdeka.
Anggota Komisi I DPR Roy Suryo akan membenÂtuk Panitia Kerja (Panja) KemenÂkoÂminfo terkait proyek MPLIK, jika proÂyek itu merugiÂkan negara.
“Program mobil internet ini saÂÂngat baik untuk kemajuan teÂleÂmaÂtika di Indonesia. Hanya saja, proÂsesÂnya harus transparan dan berÂmanfaat bagi masyaraÂkat luas,†ujar Roy.
Menurutnya, program yang diÂgulirkan Kemenkominfo selaÂma ini sangat baik, mulai tender 3G, TV Digital dan MPLIK yang meÂlibatkan sejumlah operator besar. Namun, jika program ini menuai polemik yang mengarah pada koÂrupsi, DPR akan segera memÂbentuk Panja untuk menyeÂÂleÂsaikan polemik tersebut.
Anggota Komisi VI DPR biÂdang BUMN dari Fraksi PAN NaÂsril Bahar menduga, banyak pihak dari kalangan pemerintah mauÂpun swasta bermain dalam proÂyek MPLIK. Sebab, pengaÂdaan mobil internet dituding tiÂdak transparan.
“Pelaksanaan tender diduga suÂdah diatur, biaya di-mark up, keÂuntungan dibagi-bagi. Praktik seperti ini bukan rahasia umum lagi. Proyek BUMN dinilai sarat perÂmainan. KPK mesti menyeÂÂ- liÂÂdiki dugaan korupsi di tubuh TelÂkom dan Pak Dahlan mesti menyeÂleÂsaikan masalah terÂsebut,†desak Nasril.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S DeÂwa Broto memastikan, tender moÂbil internet tak ada penyimÂpaÂngan dan dilakukan seÂsuai aturan.
“Sampai saat ini kami belum meÂngetahui adanya laporan duÂgaan penggelapan dana MPLIK seÂbesar Rp 30 miliar. Kalau itu terÂbukti, kami siap memperÂtangÂgungÂjawabkan secara hukum,†tegas Gatot.
Gatot menegaskan, proses tenÂder MPLIK dilakukan secara transparan. Tujuan proyek itu unÂtuk memenuhi keÂbutuhan masÂÂyarakat dalam mengÂgunaÂkan tekÂnologi internet di daerah.
“Perkembangan teknologi saÂngat diperlukan, khususnya di daeÂrah terpencil. Mobil internet diÂsajikan untuk memenuhi kebuÂtuhan masyarakat dan layanan ini sudah banyak digunakan di beÂberapa daerah,†ungkap Gatot.
Seperti diketahui, realisasi peÂnyeÂdiaan MPLIK saat ini sebaÂnyak 846 unit. Targetnya sebaÂnyak 1.907 unit di seluruh keÂcaÂÂmaÂÂtan di Indonesia. Ada enam peÂmenang tenÂder dalam proyek MPLIK seÂnilai Rp 1,4 triliun itu. Yakni, PT MulÂtidata RanÂcana PriÂÂma (2 paÂket), PT AJN SoÂlusindo (3 paket), WIN (1 paÂket), Lintas Arta (1 paket), RaÂdÂnet (1 paket) dan TelÂkom (6 paÂket). Telkom meruÂpakan pemenang tender terbesar, yaitu 60 persen atau setara 588 unit layanan senilai Rp 520 miliar. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: