Minat Investor Beli Surat Utang Pemerintah Tinggi

Sukuk Valas Segera Diterbitkan

Selasa, 20 November 2012, 08:23 WIB
Minat Investor Beli Surat Utang Pemerintah Tinggi
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo Pemerintah terus ketagihan menerbitkan surat utang ber­har­ga. Dalam waktu dekat, peme­rin­tah akan menerbitkan Surat Ber­harga Syariah Negara (SBSN) alias Sukuk dengan denominasi valas. Sukuk bernama Sukuk Global ini, akan settlement pada 21 November 2012.

“Sukuk global dita­war­kan 14 November, dengan size pe­na­waran 1 miliar dolar AS global, te­nornya 10 tahun,” kata Dirjen Pengelola Utang (DJPU) Ke­men­terian Ke­uangan (Kemen­keu) Robert Pak­pahan di  kantornya, kemarin.

Menurutnya, Sukuk glo­bal ini dipatok memiliki rata-rata teri­mbang alias yield sebesar 3,3 per­sen. “Ini (underwritter) DJIM Financial, Standard Chartered, HSBC dan Deutche Bank,” tam­bah Robert.

Robert menjelaskan, untuk for­matnya menggunakan Islamic Global Medium-Term Note (GM­TN) dan menggunakan struktur sukuk Al Ijarah. “Rate yang 3,3 persen ini adalah 171 basis points (bps) di atas US treasury rate. Kalau dibanding dengan yang ta­hun lalu rate-nya kan 255 basis point (bps) di atas US treasury,” kata Robert.

Menurutnya, salah satu penye­babnya adalah Investment Grade, sehingga spread (selisih) antara sukuk global dengan obligasi In­donesia semakin menipis.

“Global sukuk ini yang diter­bit­kan untuk mengisi defisit APBN (Anggaran Pendapatan Be­lanja Negara), untuk mem­bi­a­yai peng­eluaran umum,” tukasnya.

Terbatasnya pasokan obligasi pemerintah menjelang pengujung tahun mendorong permintaan su­rat utang negara melesat hingga Rp 28,94 triliun, naik hampir dua kali lipat dari penawaran lelang sebelumnya yang sebesar Rp 18,82 triliun.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Ke­menterian Keuangan, total pena­waran yang masuk lelang menca­pai Rp 28,94 triliun, jauh lebih tinggi dari hasil lelang sebelum­nya yang sebesar Rp 18,82 triliun pada 4 November lalu.

Pada lelang kali ini, investor ter­catat banyak memburu SUN ber­tenor 16 tahun, yakni seri FR0064 dengan total permintaan Rp 9,34 triliun pada kisaran imbal hasil (yield) 5,96-6,37 persen. Seri FR0065 yang bertenor 21 tahun menca­pai Rp 7,81 triliun.

Penawaran tertinggi ketiga yakni seri FR0066 dengan nomi­nal sebesar Rp 5,17 triliun. Obli­gasi pemerintah yang jatuh tempo pada 15 Mei 2018 memiliki kisa­ran yield 5,06-5,43 persen.

Analis PT Nusantara Capital Securities I Made Adi Saputra, menilai minat investor masih sangat tinggi terhadap instrumen utang yang dikeluarkan pe­me­rintah, terutama investor asing. Hal ini dibuktikan dengan trend kenaikan yield di pasar sekunder justru menjelang proses lelang SUN. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA