PT Kerata Api Indonesia (KAI) berencana merubah pola operasi kereta api ekonomi jarak jauh di Daerah Operasi (Daop) I JaÂkarta khususnya di Stasiun TaÂnah Abang. Perubahan itu guna meningkatkan pelayanan kepaÂda masyarakat yang selama ini menggunakan Kereta Rel LisÂtrik (KRL) dan KA lokal barat.
Kepala Humas KAI Daop I Jakarta Mateta Rijalulhaq meÂngatakan, perubahan pola opeÂrasi ini akan mulai diberlakukan awal tahun depan. Nantinya, dengan perubahan pola ini, StaÂsiun Tanah Abang tidak lagi melayani kereta ekonomi jarak jauh karena dipindahkan ke Stasiun Pasar Senen maupun Tanjung Priok.
“Mulai 1 Januari tahun depan perubahan pola operasi kereta api itu akan diberlakukan. NanÂtinya Stasiun Tanah Abang haÂnya melayani KRL dan kereta api lokal barat,†kata Mateta.
Menurut dia, pemindahan terÂsebut dilakukan karena keÂpaÂdatan frekuensi kereta api dan kepadatan penumpang sudah melebihi kapasitas, terÂutama pada jam sibuk. Sebaliknya, inÂfrastruktur Stasiun Tanah Abang sudah sangat terbatas dan sulit dilakukan pengembangan.
KAI berencana semua KA lokal barat (Rangkasjaya, EkoÂnomi Lokal, Merak Jaya dan KA Kalimaya) akan berawal dan berakhir di Stasiun Tanah Abang. Jadi tidak ada lagi KA lokal barat menuju Stasiun Duri, Angke, Kampungbandan, Jakarta Kota dan Pasar Senen.
“Dari sisi keamanan operaÂsional kereta api akan lebih aman dan lancar,†jelas dia.
Pemindahan ini juga untuk menÂjalankan amaÂnah PerÂpres No. 83 Tahun 2011, yakÂni KAI meÂngemban tugas pada angkutan KRL JaboÂdeÂtaÂbek yang voluÂme peÂnumÂpangÂnya diÂnaikkan hingÂga tiga kali lipat paÂling lambat 2018. Artinya, haÂrus ada kenaikÂan frekuensi perÂjalanan menjadi tiga kali. [Harian Rakyat Merdeka]