Menko Kesra Agung LaksoÂno mengatakan, pemerintah menargetkan pertumbuhan inÂdustri kreatif setiap tahunnya naik 10 sampai 15 persen.
“Ekonomi kreatif ini berÂtujuan untuk mendorong perÂtumÂbuhan ekonomi,†kata Agung saat jumpa pers Pekan ProÂduk Kreatif Indonesia (PPKI) di kantornya, kemarin.
Menurut dia, pengembangan ekonomi kreatif perlu terus diÂdorong. Apalagi sektor ini tiÂdak hanya untuk meningÂkatÂkan perÂtumbuhan ekonomi, tapi juÂga untuk meningkatkan kuaÂlitas dan citra bangsa.
Dia mengatakan, saat ini baÂnyak tradisi dan kearifan lokal daerah masih dikemÂbaÂngan dan diangkat untuk menÂjadi karya kreatif. Hal itu tentu akan meÂnambah penerimaan daerah.
Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong lebih banyak tempat dan ruang untuk berÂkreaÂsi mengembangan industri kreatif. “Sekarang tinggal baÂgaiÂmana kita meningkatkan daÂya saingnya,†ujar Agung.
Menteri dari Partai Golkar ini berÂanggapan, peningkatan inÂdustri kreatif menjadi arahan Presiden sesuai dengan Inpres No.6/2009 tentang PengemÂbangan Industri Kreatif.
Menteri Pariwisata dan EkoÂnomi Kreatif Mari Elka PaÂngesÂtu mengatakan, sumÂbaÂngÂan sekÂtor industri kreatif terÂhadap ProÂduk Domestik Bruto (PDB) saÂngat besar. Ia menÂcontohkan, pada 2010 sumbaÂngan industri kreatif terhadap PDB mencapai Rp 468 triliun deÂngan pertumÂbuhÂan 6,03 persen.
“Industri kreatif juga meÂnyeÂrap 8,6 juta orang atau 7,9 perÂsen dari total tenaga kerja Indonesia,†kata Mari.
Menurut Mari, industri ini meÂÂrupakan sektor kelima terÂbesar setelah pertanian, kehuÂtanan, perikanan dan peternaÂkan, perdagangan, hotel restoÂran dan industri pengolahan.
Dia juga mengatakan, pada 2010 sumbangan terhadap ekspor dan jasa Rp 131,3 triliÂun. Sumbangan terbesar berÂasal dari kerajinan dan fashion.
Dia beranggapan, penyelengÂgaraaan PPKI bertujuan untuk mendengar langsung dan meÂngeÂtahui pencapaian industri kreatif Indonesia serta mengeÂnal sub sektornya.
“Saya berÂharap kegiatan ini dapat memiÂcu lahirnya creaÂtive wave, creative network dan creative talent pool serta creaÂtive preuÂneurship,†ujarnya.
Sebelumnya, Plt Direktur DeÂsain dan Arsitektur pada DiÂrektorat Jenderal Ekonomi KreaÂÂtif Berbasis Media, DeÂsain, dan IPTEK Kementerian PariÂwisata dan Ekonomi KreaÂtif Poppy Savitri mengatakan, akÂses pembiayaan bagi industri kreatif di Indonesia diupayaÂkan meningkat melalui peÂnyemÂpurnaan kebijakan perÂbankan nasional.
Pihaknya mengakui, dukuÂngan perbankan untuk industri kreatif sampai saat ini belum optimal karena sebagian besar perbankan belum melihat sektor itu memiliki prospek ceÂrah. Oleh karena itu, pihakÂnya seÂdang mengupayakan berÂbagai cara untuk meningkatkan akses insan kreatif pada sumÂber pemÂbiayaan. [Harian Rakyat Merdeka]