Ibarat kapal, PT Bakrie Toll Road sedang terombang-ambing. Gara-gara dililit utang, membuat perusahaan milik Bakrie Group ini tidak mampu menyelesaikan lima proyek tol yang sudah dimenangkan dalam tender.
Bakrie Toll Road gagal menÂjadi investor tol Batang-SemaÂrang sepanjang 75 kilometer (km) karena keÂmampuan keuangan yang tidak meÂmadai alias kanÂtong kempes (tongÂpes). Sampai saat ini, pemÂbaÂngunan tol di wilaÂyah Jawa Tengah ini belum jeÂlas.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PekerÂjaan Umum (PU) Ahmad Ghani GhaÂzali mengatakan, tol tersebut bakal digarap oleh PT Marga SetiaÂpuritama, meski baru meÂnunggu surat jaminan perÂbanÂkan.
“Batang Semarang itu maÂsih berjalan. Kita lagi nunggu surat jaÂmiÂnan perbankan dari mereÂka,†ujar Ghani kepada RakÂyat MerÂdeka di Jakarta, keÂmarin.
Diakui, saat ini PT Bakrie Toll Road telah lama melepaskan saÂhamnya untuk kepemilikan ruas tol ini. “Bakrie udah lama keluar, seÂkarang Pak Michael Lee, MarÂga Setiapuritama sendiri. KataÂnya suÂdah ada bantuan perÂbankan dan mampu, kita lagi tunggu surat resÂÂminya,†lanjut Ghani.
Menurutnya, bukti dukungan dari perbankan tersebut diperÂluÂkan agar perusahaan itu daÂpat dinilai layak secara finanÂsial unÂtuk membangun proyek jalan tol sepanjang 75 km ini. KeÂbuÂtuhan dana membangun proÂyek itu mencapai Rp 7,22 triliun unÂtuk konstruksi. Sedangkan pemÂbebasan lahan membutuhkan daÂna sekitar Rp 836 miliar. Saat ini pembebasan lahan untuk ruas tol ini baru mencapai 3,34 persen. Proses pembebasan lahan sempat terhenti karena masalah finansial
Sebelumnya, pemerintah memÂÂÂÂberi waktu hingga 2014 keÂpada Grup Bakrie untuk meÂnyeÂleÂsaiÂkan sejumlah proyek jalan tol yang terbengkalai.
Ghani mengatakan, jika dalam jangka waktu dua tahun ke depan proyek ini tidak rampung, peÂmeÂrintah akan menggelar tender ulang. Lima ruas jalan tol yang hendak digarap PT Bakrie Toll Road terancam mangkrak.
Kepala Sub-Bidang PemÂbeÂbaÂsan Lahan pada Direktorat JenÂdeÂral Bina Marga Kementerian PU Herry MarÂzuki mengatakan, ruas tersebut meÂliÂputi Pejagan-Pemalang serta BaÂtang-SemaÂrang 1 dan 2.
Tiga ruas lainnya adalah CiaÂwi-SuÂkaÂbumi, Pasuruan-ProboÂlinggo dan Cimanggis-Cibitung. Proyek ini termasuk bagian dari ruas jalan tol Trans Jawa, yang panjangnya menÂcapai 650 km.
Tersendatnya pembangunan jalan tol milik kelompok usaha Bakrie tersebut, menurut analis PT BNI Securities Thendra CrisÂnanda, antara lain karena peruÂsahaan tak punya dana.
“Bakrie setidaknya harus meÂmiliki uang seÂkitar Rp 30 triliun untuk meÂnyelesaikan lima ruas yang terÂbengkalai. Bakrie Toll Road maÂsih memiliki utang Rp 1,8 triÂliun,†tukas Thendra.
Ia menyarankan agar manaÂjeÂmen Bakrie Toll Road melelang seÂbagian sahamnya. “Jika biaya opeÂrasional yang dikeluarkan jauh lebih besar dari pendapatan, memang lebih baik dijual,†ujar Thendra.
Dalam sebuah kesempatan, Direktur Utama PT Bakrieland DeÂvelopment Ambono JaÂnuaÂrianÂto menyatakan, perusahaan yang dipimpinnya berniat meleÂpas sahamnya di PT Bakrie Toll Road. Hasil divestasi akan diguÂnakan untuk menguÂraÂngi utang perseroan. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: