Terlilit Utang, Bakrie Mundur Dari Proyek Tol Batang 7,22 T

Kemen PU Didesak Tender Ulang Agar Ada Kepastian Investasi

Sabtu, 10 November 2012, 09:35 WIB
Terlilit Utang, Bakrie Mundur Dari Proyek Tol Batang 7,22 T
PT Bakrie Toll Road
Kecil Besar

rmol news logo Ibarat kapal, PT Bakrie Toll Road sedang terombang-ambing. Gara-gara dililit utang, membuat perusahaan milik Bakrie Group ini tidak mampu menyelesaikan lima proyek tol yang sudah dimenangkan dalam tender.

Bakrie Toll Road gagal men­jadi investor tol Batang-Sema­rang sepanjang 75 kilometer (km) karena ke­mampuan keuangan yang tidak me­madai alias kan­tong kempes (tong­pes). Sampai saat ini, pem­ba­ngunan tol di wila­yah Jawa Tengah ini belum je­las.

   Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Peker­jaan Umum (PU) Ahmad Ghani Gha­zali mengatakan, tol tersebut bakal digarap oleh PT Marga Setia­puritama, meski baru me­nunggu surat jaminan per­ban­kan.

   “Batang Semarang itu ma­sih berjalan. Kita lagi nunggu surat ja­mi­nan perbankan dari mere­ka,” ujar Ghani kepada Rak­yat Mer­deka di Jakarta, ke­marin.

Diakui, saat ini PT Bakrie Toll Road telah lama melepaskan sa­hamnya untuk kepemilikan ruas tol ini. “Bakrie udah lama keluar, se­karang Pak Michael Lee, Mar­ga Setiapuritama sendiri. Kata­nya su­dah ada bantuan per­bankan dan mampu, kita lagi tunggu surat res­­minya,” lanjut Ghani.

Menurutnya, bukti dukungan dari perbankan tersebut diper­lu­kan agar perusahaan itu da­pat dinilai layak secara finan­sial un­tuk membangun proyek jalan tol sepanjang 75 km ini. Ke­bu­tuhan dana membangun pro­yek itu mencapai Rp 7,22 triliun un­tuk konstruksi. Sedangkan pem­bebasan lahan membutuhkan da­na sekitar Rp 836 miliar. Saat ini pembebasan lahan untuk ruas tol ini baru mencapai 3,34 persen. Proses pembebasan lahan sempat terhenti karena masalah finansial

Sebelumnya, pemerintah mem­­­­beri waktu hingga 2014 ke­pada Grup Bakrie untuk me­nye­le­sai­kan sejumlah proyek jalan tol yang terbengkalai.

Ghani mengatakan, jika dalam jangka waktu dua tahun ke depan proyek ini tidak rampung, pe­me­rintah akan menggelar tender ulang. Lima ruas jalan tol yang hendak digarap PT Bakrie Toll Road terancam mangkrak.

Kepala Sub-Bidang Pem­be­ba­san Lahan pada Direktorat Jen­de­ral Bina Marga Kementerian PU Herry Mar­zuki mengatakan, ruas tersebut me­li­puti Pejagan-Pemalang serta Ba­tang-Sema­rang 1 dan 2.

Tiga ruas lainnya adalah Cia­wi-Su­ka­bumi, Pasuruan-Probo­linggo dan Cimanggis-Cibitung. Proyek ini termasuk bagian dari ruas jalan tol Trans Jawa, yang panjangnya men­capai 650 km.

Tersendatnya pembangunan jalan tol milik kelompok usaha Bakrie tersebut, menurut analis PT BNI Securities Thendra Cris­nanda, antara lain karena peru­sahaan tak punya dana.

“Bakrie setidaknya harus me­miliki uang se­kitar Rp 30 triliun untuk me­nyelesaikan lima ruas yang ter­bengkalai. Bakrie Toll Road ma­sih memiliki utang Rp 1,8 tri­liun,” tukas Thendra.

Ia menyarankan agar mana­je­men Bakrie Toll Road melelang se­bagian sahamnya. “Jika biaya ope­rasional yang dikeluarkan jauh lebih besar dari pendapatan, memang lebih baik dijual,” ujar Thendra.

Dalam sebuah kesempatan, Direktur Utama PT Bakrieland De­velopment Ambono Ja­nua­rian­to menyatakan, perusahaan yang dipimpinnya berniat mele­pas sahamnya di PT Bakrie Toll Road. Hasil divestasi akan digu­nakan untuk mengu­ra­ngi utang perseroan.   [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA