Menurut sumber Reuters yang mengetahui transaksi tersebut, SpaceX dinilai mencapai 1 triliun Dolar AS (sekitar Rp16.766 triliun), sementara xAI dihargai 250 miliar Dolar AS (sekitar Rp4.191 triliun). Nilai akuisisi ini melampaui rekor lama akuisisi Vodafone atas Mannesmann pada tahun 2000 senilai 203 miliar Dolar AS.
Penggabungan ini dianggap sebagai langkah paling ambisius di sektor teknologi, karena menyatukan kontraktor ruang angkasa dan pertahanan dengan perusahaan AI yang tumbuh agresif. Langkah ini terjadi di tengah melonjaknya biaya chip, pusat data, dan kebutuhan energi untuk pengembangan kecerdasan buatan.
Musk menyebut merger ini sebagai lompatan besar dalam misinya.
"Ini bukan hanya bab berikutnya, tapi buku berikutnya dalam misi SpaceX dan xAI: meningkatkan skala untuk menciptakan ‘matahari yang memiliki kesadaran’ guna memahami alam semesta dan menyebarkan cahaya kesadaran hingga ke bintang-bintang," ujarnya, dikutip redaksi, Selasa 3 Februari 2026.
Perusahaan gabungan SpaceX-xAI diperkirakan menetapkan harga saham sekitar 527 Dolar AS per lembar.
Kesepakatan ini terjadi menjelang rencana IPO besar SpaceX, yang disebut-sebut dapat mendorong valuasi perusahaan melampaui 1,5 triliun Dolar AS, meski langkah ini berpotensi menarik pengawasan ketat dari regulator AS terkait kontrak federal dan isu keamanan nasional.
BERITA TERKAIT: