Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan arus keluar modal asing terus terjadi sejak dirilisnya dokumen konsultasi MSCI pada Kamis 15 Oktober 2026.
Menurut Erwin, tekanan arus modal asing tidak hanya terjadi di pasar saham, tetapi juga merambah pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
“Kita memang mengamati ada outflow di pasar saham. Saya sudah sampaikan outflow yang terjadi sejak rilis consultative paper (MSCI) itu, pada hari Jumat 16 Oktober 2026, outflow tidak hanya terjadi di pasar saham, SBN juga outflow, SRBI juga outflow,” kata Erwin dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta, dikutip Sabtu, 24 Oktober 2026.
Meski demikian, Erwin tidak membeberkan besaran arus keluar modal asing yang terjadi sejak pengumuman konsultasi MSCI tersebut.
“Mengenai outflow, baiknya angkanya mungkin enggak keluar dari kita,” ujarnya.
Namun demikian, di tengah tekanan tersebut, BI terus memantau perkembangan transaksi di pasar keuangan, terutama kebutuhan dan kecukupan likuiditas rupiah serta keseimbangannya dengan pasokan valuta asing (valas).
Erwin menegaskan, bank sentral akan memastikan ketersediaan likuiditas rupiah tetap memadai untuk mendukung kelancaran transaksi di pasar saham, SBN, maupun SRBI.
“Karena bagaimanapun transaksi di pasar keuangan itu memerlukan likuiditas rupiah. Kita memastikan likuiditas rupiah berada pada jumlah yang cukup dan memadai untuk bisa memfasilitasi transaksi yang terjadi,” tandasnya.
BERITA TERKAIT: