Keberadaan
cold storage, pabrik es, dan fasilitas pendukung lainnya diharapkan membantu menjaga mutu ikan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi nelayan lokal.
Pembangunan KNMP di Rufei ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Sorong Septinus Lobat pada 17 April 2026.
Berdasarkan informasi Pemerintah Kota Sorong, program tersebut dilaksanakan melalui Dinas Perikanan Kota Sorong bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memperkuat infrastruktur serta kelembagaan nelayan di kawasan pesisir.
Kepala Dinas Perikanan Kota Sorong, Ludya Wattimena menjelaskan bahwa sosialisasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pengembangan KNMP.
"Edukasi dilakukan untuk menjawab keraguan warga mengenai konsep kawasan dan pemanfaatan lahan," kata Ludya, dikutip Sabtu 24 Oktober 2026.
Potensi hasil laut Kota Sorong turut menjadi alasan pentingnya dukungan penanganan pascapanen. Menurutnya, hasil tangkapan nelayan setempat meliputi tuna, kakap, momar, lema, dan udang.
Komoditas tersebut memerlukan penanganan yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga sebelum dipasarkan.
Keterbatasan penyimpanan dapat membuat nelayan menghadapi tekanan untuk segera menjual hasil tangkapan ketika pasokan melimpah atau pembeli belum tersedia.
Dalam situasi tersebut, keberadaan
cold storage dan pabrik es berpotensi membantu mempertahankan kesegaran ikan sehingga nelayan memiliki keleluasaan lebih besar dalam mengatur penjualan.
Pemerintah Kota Sorong juga merencanakan penjajakan kerja sama dengan perusahaan perikanan lokal dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperluas penyerapan hasil tangkapan.
Peluang tersebut dapat membuka saluran pemasaran tambahan bagi nelayan, tetapi pelaksanaannya memerlukan kesepakatan harga, standar mutu dan keamanan pangan, volume pasokan, jadwal pengiriman, serta kontinuitas produksi.
BERITA TERKAIT: