Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Sejumlah Kota Lewati Rekor

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/ananda-gabriel-5'>ANANDA GABRIEL</a>
OLEH: ANANDA GABRIEL
  • Kamis, 22 Oktober 2026, 09:54 WIB
Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Sejumlah Kota Lewati Rekor
Ilustrasi/Net
Kecil Besar
rmol news logo Fenomena cuaca tak biasa melanda wilayah pesisir Pasifik Jepang di penghujung bulan Oktober. Di tengah transisi menuju musim gugur, sejumlah kota besar justru mencatatkan rekor suhu panas ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya pada periode ini.

Berdasarkan laporan media setempat Asahi Shimbun, suhu di pusat kota Tokyo melonjak hingga mencapai 30,3°C. Tidak hanya Tokyo, kota besar lainnya seperti Nagoya mencatat suhu 31,4°C dan Osaka mencapai 31,2°C pada Rabu sore pukul 15.00 waktu setempat.

Ketiga kota tersebut resmi memecahkan rekor tanggal paling akhir terjadinya hari musim panas (midsummer day), yakni hari dengan suhu maksimum mencapai minimal 30°C.

Menurut penjelasan dari Weathernews Jepang, lonjakan suhu ekstrem ini dipicu oleh masuknya aliran udara hangat dari arah selatan yang bergerak menuju wilayah Jepang bagian timur dan barat.

Fenomena ini berkaitan erat dengan sistem tekanan rendah yang melintasi kawasan Laut Jepang, ditambah paparan sinar matahari terik sejak pagi hari yang membuat udara terasa menyengat seperti puncak musim panas.

Rekor anyar ini sekaligus meruntuhkan catatan sejarah sebelumnya. Di pusat Tokyo, rekor hari panas paling akhir sebelumnya tercatat pada 19 Oktober 2024. Nagoya terakhir kali merasakannya pada 17 Oktober 2024, sementara Osaka memecahkan rekor lamanya yang telah bertahan sejak 20 Oktober 1933 silam.

Lonjakan suhu ini tidak hanya terpusat di perkotaan besar. Tercatat lebih dari 150 titik pengamatan di seluruh penjuru Jepang melaporkan suhu minimal 30°C.

Kota Hyuga di Prefektur Miyazaki bahkan menjadi titik terpanas dengan suhu mencapai 33,6°C, disusul Kofu dengan 33,5°C, serta Owase di Prefektur Mie yang mencatat 33,0°C.

Di saat wilayah selatan dan tengah bergulat dengan hawa panas terik, kondisi kontras justru terjadi di Jepang bagian utara. Masuknya masa udara dingin membuat sejumlah wilayah mengalami suhu yang jauh lebih rendah.

Di Shumarinai, Kota Horokanai, Hokkaido, suhu maksimum hari itu hanya berada di angka 9,5°C, sementara Kota Asahikawa mencatat 10,9°C yang menjadi rekor suhu terendah mereka pada musim ini.

Perubahan Cuaca Drastis Segera Datang

Kendati sempat mengejutkan warga dan wisatawan, gelombang panas ini diprakirakan tidak akan bertahan lama. Badan meteorologi Jepang memperkirakan massa udara dingin mulai masuk dan membawa penurunan suhu secara signifikan.

Suhu di Tokyo, Nagoya, dan Osaka diproyeksikan turun ke kisaran 23°C, sementara wilayah utara diprediksi menghadapi cuaca lebih dingin yang disertai hujan serta angin kencang.

Masyarakat serta para pelancong diimbau untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca resmi, menjaga kecukupan cairan tubuh di tengah fluktuasi cuaca, serta menyiapkan pakaian yang sesuai guna mengantisipasi perubahan suhu yang terjadi secara drastis. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: TIFANI

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA