Pernyataan tersebut disampaikan sepekan setelah dokter mengangkat lobus bawah paru-paru kanan Paus untuk membuang jaringan yang terkena kanker. Pemeriksaan jaringan mengonfirmasi bahwa ia menderita adenokarsinoma, jenis kanker paru-paru yang paling umum.
Dokter pribadi Paus, Luigi Carbone, bersama ahli bedah Stefano Margaritora, mengatakan hasil pemeriksaan onkologi menunjukkan tidak ada kebutuhan untuk menjalani perawatan tambahan.
“Pemeriksaan onkologi selanjutnya mengonfirmasi bahwa tidak diperlukan perawatan lebih lanjut,” demikian pernyataan keduanya, dikutip dari
Vatican News, Kamis, 22 Oktober 2026.
Pakar kanker paru-paru dari Lombardi Comprehensive Cancer Center, Georgetown University, Stephen Liu, menilai hasil tersebut mengindikasikan kanker kemungkinan ditemukan pada stadium awal dan belum menyebar ke kelenjar getah bening. Dalam kondisi seperti itu, operasi dapat menjadi pengobatan yang efektif.
Kanker tersebut ditemukan secara tidak sengaja saat Paus menjalani pemeriksaan rutin pada bagian perut. Menurut Margaritora, Paus tidak menunjukkan gejala sebelum benjolan di paru-parunya terdeteksi.
Paus Leo dipulangkan dari Rumah Sakit Gemelli di Roma pada Sabtu, empat hari setelah operasi. Sejak itu, ia kembali tampil di hadapan umat di Vatikan dan mulai menjalani aktivitas secara bertahap. Saat menyapa umat pada Rabu, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diterimanya.
“Terima kasih atas doa-doa Anda,” kata Paus.
Paus dijadwalkan mengunjungi Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6-17 November. Margaritora mengatakan tidak ada alasan medis yang menghalangi perjalanan tersebut, meski agendanya mencakup sejumlah penerbangan dan kunjungan ke wilayah dataran tinggi.
BERITA TERKAIT: