Senior Executive Vice President (SEVP) Funding and Transaction BSI, Ida Triana Widowati, mengatakan perseroan terus mendorong pertumbuhan jumlah nasabah dan penghimpunan dana Tabungan Haji melalui berbagai program yang memudahkan masyarakat merencanakan ibadah ke Tanah Suci.
“Alhamdulillah, tabungan haji sekarang sudah masuk nominal hampir Rp18 triliun dengan 8,2 juta nasabah untuk Tabungan Haji,” kata Ida usai peluncuran Program Indonesia Berhaji dalam BSI International Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Ida mengatakan, BSI menargetkan jumlah nasabah Tabungan Haji mencapai 8,5 juta. Dengan jumlah saat ini sekitar 8,2 juta nasabah, perseroan masih perlu menambah sekitar 300 ribu nasabah untuk mencapai target tersebut.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan jumlah nasabah telah tumbuh sekitar 1,3 juta, sedangkan dana Tabungan Haji meningkat sekitar Rp2 triliun.
“Kalau harapan kita targetnya semakin banyak semakin bagus, karena ini berdampak juga terhadap kinerja Bank Syariah Indonesia, terutama dengan pertumbuhan tabungan,” ujarnya.
Menurut Ida, nasabah Tabungan Haji saat ini masih didominasi kelompok usia 40-60 tahun. Namun, pertumbuhan nasabah dari kalangan anak muda, khususnya Generasi Z, juga ikut menunjukkan perkembangan positif.
Ia menyebut persentase pertumbuhan Tabungan Haji dari kalangan Gen Z mencapai 20-30 persen. Kondisi ini menunjukkan semakin besarnya minat generasi muda untuk mempersiapkan dana ibadah haji sejak dini.
“Bagusnya, pertumbuhan dana haji kita untuk tabungan anak muda juga meningkat. Persentasenya 20-30 persen yang Gen Z-nya,” tandasnya.
BERITA TERKAIT: