Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Selasa, 02 Juni 2026, 09:31 WIB
Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan
Anies Baswedan. (Foto: istimewa)
rmol news logo Tokoh Nasional Anies Baswedan, memberikan apresiasi dan dukungan kepada diplomat senior Dino Patti Djalal di tengah polemik kritik yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menanggapi sejumlah kritik Dino Patti Djalal mengenai intensitas lawatan luar negeri Presiden Prabowo selama satu setengah tahun terakhir. Dalam unggahan video di akun Instagram Sekretariat Kabinet, Teddy terlebih dahulu menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan Dino.

Teddy juga menegaskan bahwa seluruh biaya lawatan Presiden yang melebihi alokasi anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Prabowo sehingga tidak membebani keuangan negara.

Di tengah perdebatan tersebut, Anies justru menyoroti kapasitas dan rekam jejak Dino Patti Djalal sebagai diplomat senior yang telah lama mengabdi untuk Indonesia.

Anies mengenang pertama kali mendengar nama Dino saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM). Kala itu, Dino yang masih berstatus diplomat muda tampil dalam forum BBC World Debate dan berhadapan dengan diplomat senior sekaligus tokoh internasional, José Ramos-Horta.

Menurut Anies, pada saat Indonesia sedang menghadapi sorotan dunia internasional, Dino mampu tampil meyakinkan dan menjaga martabat bangsa di forum global.

"Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dengan diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa," tulis Anies lewat akun X miliknya, Selasa, 2 Juni 2026.

Anies juga menceritakan pertemuan langsungnya dengan Dino ketika menempuh pendidikan doktoral di Illinois, Amerika Serikat. Saat itu, Dino datang ke Chicago untuk berdialog dengan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-peristiwa 11 September.

Menurut Anies, Dino menunjukkan kualitas sebagai diplomat yang cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan kompleks dengan ketenangan yang khas.

"Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yang ia undang," ujarnya.

Anies juga menyinggung peran Dino dalam mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), yang menurutnya telah berkembang menjadi salah satu komunitas kebijakan luar negeri paling berpengaruh dan melahirkan banyak generasi diplomat muda Indonesia.

Karena itu, Anies menilai kapasitas dan pengalaman Dino di bidang diplomasi tidak perlu diragukan lagi.

"Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam," tulis Anies.

"Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat," pungkasnya. rmol news logo article


EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA