Wakapolda Jawa Tengah, Brigjend Abioso Seno Aji mengatakan, pengungkapan kasus ini sesuai arahan dari Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas tuntas dan menindak tegas yang terlibat dalam TPPO.
Diungkapkan Abioso, pengungkapan kasus dilakukan selama sepekan dari 26 peristiwa di wilayah Jawa Tengah. Beberapa daerah itu antara lain: Magelang, Demak, Jepara, Brebes, Kabupaten Semarang, Pemalang, Batang, Pati, Kebumen, Banyumas, Tegal dan Kabupaten Banjarnegara.
Kata Abioso, 33 tersangka yang ditangkap terdiri dari 10 orang masuk di dalam perusahaan dan 23 lainnya adalah perorangan.
"Dari peristiwa ini, korbannya sekitar 1.305 orang. Terdiri dari yang sudah diberangkatkan sebanyak 1.137 dan yang belum 168 orang," jelas Abioso seperti diberitakan
Kantor Berita RMOLJateng, Senin (12/6).
Brigjen Abi menuturkan, untuk motif para tersangka bisa dikatakan sama yakni untuk mencari keuntungan mengirim masyarakat ke luar negeri.
"Awalnya para korban dijanjikan dan diberikan pekerjaan di luar negeri menjadi ABK, karyawan di perusahaan, asisten rumah tangga. Sesampainya disana, para korban tidak mendapat pekerjaan yang sesuai dijanjikan oleh para tersangka," bebernya.
BERITA TERKAIT: