Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan setidaknya seribu pelaku dari berbagai negara termasuk Indonesia.
"Dari hasil pengungkapan Kepolisian di sana, ditemukan pelaku dan pekerja sekitar seribu lebih yang melakukan kejahatan scamming," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/5).
Selain Indonesia, Sandi menyebutkan, ribuan pelaku juga berasal dari berbagai negara mulai dari China, Filipina.
Diantara ribuan yang diamankan, ada sebanyak 154 Warga Negara Indonesia (WNI).
"Dari 154 orang WNI tersebut, 9 orang jadi saksi dan 2 sebagai tersangka. Sisanya masih terindikasi korban. Namun penyelidikan masih berkembang," kata Sandi.
Untuk 2 orang WNI yang jadi tersangka, Sandi menuturkan akan diproses sesuai hukum di Filipina.
Hingga kini, Polri saat ini masih berkoordinasi dengan kepolisian setempat.
"Dittipidum Bareskrim Polri akan mengirimkan tim penyidik ke Manila dalam waktu dekat guna melakukan penyelidikan bersama kepolisian setempat. Untuk pemulangan para pelaku lainnya dikoordinasikan oleh Kemenlu," demikian Sandi.
BERITA TERKAIT: