Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan pencarian saat ini difokuskan di area Ring 2, terutama di kawasan pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, area Ring 1 yang diduga menjadi titik sumber ledakan belum dinyatakan aman sehingga pencarian belum dapat dilakukan secara optimal.
"Fokus pencarian saat ini dilakukan di area Ring 2, khususnya wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian. Sementara area Ring 1 yang diduga menjadi sumber ledakan masih belum dinyatakan aman atau steril," kata Ari dalam keterangannya, Selasa (2/6).
Sepanjang proses pencarian, tim gabungan yang melibatkan Basarnas menemukan 13 serpihan bagian tubuh. Seluruh temuan tersebut telah diserahkan kepada Tim Identifikasi Polda Papua dan RSUD Biak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Di saat yang sama, Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua melakukan penyisiran di sekitar lokasi ledakan. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan dua proyektil yang amunisinya telah diambil dengan cara digerinda, serta satu granat nanas yang telah dimodifikasi.
Seluruh material berbahaya tersebut telah diamankan dan dimusnahkan melalui proses disposal pada Senin (1/6) sore sekitar pukul 18.00 WIT.
Berdasarkan data terbaru, ledakan tersebut juga menyebabkan 18 warga mengalami luka ringan. Dua korban masih menjalani perawatan di RSUD Biak, sementara 16 lainnya telah diperbolehkan pulang.
Selain itu, sebanyak 56 warga terpaksa mengungsi, terdiri atas 43 orang dewasa dan 13 balita, sambil menunggu situasi di lokasi benar-benar dinyatakan aman.
BERITA TERKAIT: