Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Prihatin dengan Beban Ekonomi Masyarakat, Salim Segaf: Ibarat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Kamis, 28 April 2022, 03:55 WIB
Prihatin dengan Beban Ekonomi Masyarakat, Salim Segaf: Ibarat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Al-Jufri/Net
rmol news logo Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun terakhir membuat angka kemiskinan dan pengangguran kian meningkat. Kondisi ekonomi masyarakat pun kian berat.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia per September 2021 mencapai 26,50 juta orang atau 9,71 persen. Adapun jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2021 adalah sebesar 9,10 juta penduduk atau sebesar 6,49 persen.

Menurut Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Al-Jufri, terjadinya kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti minyak goreng, bahan bakar minyak (BBM), dan kenaikan tarif PPN menjadi 11 persen per 1 April, telah menyebabkan tekanan terhadap daya beli masyarakat makin tinggi.

Menyikapi hal tersebut, Salim Segaf mengurai, hasil Litbang Kompas terkini menunjukkan sebanyak 66,3 persen menganggap bahwa Pemerintah tidak mampu mengendalikan kenaikan harga bahan pokok di bulan puasa.

"Jajak pendapat yang digelar Litbang Kompas tersebut juga menunjukkan bahwa, mayoritas responden mengalami kesulitan membeli kebutuhan pokok pada awal April 2022 lalu. Di mana tujuh dari sepuluh responden mengaku kesulitan menjangkau bahan kebutuhan pokok,” kata Salim kepada wartawan, Rabu (27/4).

Hal tersebut, imbuh Menteri Sosial 2009-2014 ini, tidak bisa dilepaskan dari situasi pada awal April tahun ini di mana minyak goreng yang menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat mengalami kelangkaan yang dibarengi naiknya harga cukup signifikan.

"Kita menggambarkan kondisi masyarakat saat ini, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, dua tahun berjuang untuk bisa bertahan dari ancaman PHK, pengurangan penghasilan, tutupnya usaha yang dijalankan, akibat dampak pandemi,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini beban masyarakat kecil sangat berat dalam menghadapi kondisi ekonomi yang sangat sulit akibat hantaman pandemi dalam dua tahun terakhir.

Saat "ini masyarakat dihadapkan kepada kondisi mulai meningkatnya harga-harga bahan kebutuhan pokok yang dimulai dengan kenaikan harga minyak goreng semenjak bulan September 2021,” demikian Salim. rmol news logo article
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA