Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Jokowi Sebaiknya Mengklarifikasi Semua Julukan Yang Disematkan Mahasiswa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Selasa, 20 Juli 2021, 11:53 WIB
Jokowi Sebaiknya Mengklarifikasi Semua Julukan Yang Disematkan Mahasiswa
Poster BEM Udayana "The Guardian Of Oligarch" berisi gambar Presiden Joko Widodo/Rep
rmol news logo Bandan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi bergiliran memberi julukan kepada Presiden Joko Widodo. Terbaru, BEM Udayana yang menjulukinya sebagai "The Guardian of Oligarch".

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, julukan tersebut tentu sangat menohok. Jokowi dinilai seolah-olah dikelilingi para oligark.

"Keputusan yang diambil Jokowi juga seolah-olah dipengaruhi para oligarki. Karena itu, Jokowi dinilai lebih berpihak kepada oligarki daripada rakyat kebanyakan," ujar Jamiluddin, Selasa (20/7).

Menurutnya, selentingan semacam itu sebenarnya sudah lama nyaring terdengar. Jokowi diisukan dikelilingi sembilan naga. Mereka inilah yang dirumorkan menentukan arah politik dan ekonomi di tanah air.

"Karena semuanya berupa selentingan, tentu sulit mendapatkan buktinya. Namun rumor itu terus berkembang dari mulut ke mulut hingga saat ini," terang Jamiluddin.

Untuk menjernihkan selentingan atau rumor tersebut, tentu sangat bijaksana kalau Jokowi menjelaskan duduk persoalan sebenarnya. Jokowi dapat menjelaskannya secara gamblang benar tidaknya sembilan naga tersebut menjadi para oligarki yang banyak menentukan arah politik dan ekonomi Indonesia.

"Dengan penjelasan Jokowi, diharapkan selentingan itu jadi terbantahkan. Para mahasiswa pun, seperti BEM Udaya, mendapat klarifikasi yang jelas dan langsung dari Jokowi," tegas Jamiluddin.

Ditambahkannya, klarifikasi Jokowi juga dapat membersihkan dari semua julukan negatif kepadanya.

"Ini akan meringankan langkahnya meninggalkan Istana pasca masa baktinya berakhir 2024," ucap Jamiluddin.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) sudah terlebih dahulu memberi gelar "The King of Lip Service" untuk Presiden Joko Widodo.

Setelah BEM UI menyebut Presiden Jokowi sebagai "The King of Lip Service", giliran Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan gelar. Aliansi Mahasiswa UGM memberikan Jokowi ucapan selamat sebagai juara umum lomba "Ketidaksesuaian Omongan dengan Kenyataan"

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM KM Unnes) juga bereaksi. Berbeda dengan BEM UI dan Aliansi Mahasiswa UGM, BEM KM Unnes memberi julukan kepada Wakil Presiden RI Maruf Amin sebagai "The King of Silent", dan Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai "The Queen of Ghosting". rmol news logo article

ARTIKEL LAINNYA