Maju Mundur Melarang Miras

Ilustrasi larangan minuman keras/Net

SAYA bukan penggemar miras. Minum miras setetes saja sudah terhuyung-huyung sebelum ngegeblak ambruk tak sadar diri. Maka saya tidak terlalu peduli tentang miras dilarang mau pun tidak dilarang. Terserah saja. Namun saya berminat mempelajari sejarah peradaban di planet bumi ini. Termasuk sejarah politik prohibisi.

Larang-Melarang

Sejarah membuktikan bahwa penguasa gemar melakukan politik prohibisi melarang hak-hal yang dianggap membahayakan kepentingan penguasa.

Misalnya Firaun melarang kaum Yahudi meninggalkan Mesir, sebab dibutuhkan sebagai budak kerja paksa membangun piramida-piramida monumental Mesir kuno.

Nero melarang masyarakat Romawi menganut agama Nasrani dengan sanksi hukuman disantap harimau dan singa di koloseum Roma.

Hitler membakar buku-buku yang ditulis oleh kaum Yahudi, penguasa Jerman melarang prostitusi, penguasa Amerika Serikat melarang miras.

Tentu saja semua larangan itu sebenarnya dimaksud memperbaiki kondisi suasana peradaban agar menjadi lebih baik namun kenyataan yang terjadi malah kerap kali sebaliknya.

Dampak Larangan

Akibat larangan Firaun, maka kaum Yahudi di bawah pimpinan Musa berjaya eksodus dari Mesir ke Palestina yang kini menjadi negara berdaulat kaum Yahudi.

Buku-buku tulisan kaum Yahudi dibakar oleh para begundal Hitler malah meningkatkan popularitas kecendekiawan para pemikir Yahudi mulai dari Freud sampai Einstein.

Akibat dilarang, gerilya prostitusi di Jerman merajalela yang malah dengan sendirinya mereda setelah larangan prostitusi dicabut. Setelah larangan prostitusi dicabut di negara-negara Skandinavia, statistik kejahatan seksual seperti pemerkosaan menurun drastis.

Kriminalitas terkait narkoba mewabah di Amsterdam langsung mereda setelah larangan menggunakan narkoba dihapus.

Kebijakan melarang miras di AS terbukti melahirkan para tokoh gangster seperti Al Capone yang malah lenyap dengan sendirinya setelah larangan miras dilenyapkan!

Andaikata tidak ada larangan makan buah terlarang di Taman Firdaus , mungkin Adam dan Hawa tidak akan diusir ke dunia penuh kemelut deru campur debu berpercik keringat, air mata dan darah ini.

Pasar Gelap


Kebijakan melarang miras sama halnya dengan melarang narkoba yang terbukti menguntungkan para pedagang merajalela beraksi di pasar gelap miras dan narkoba.

Akibat larangan perjudian, maka suburlah para penggiat lokasi judi gelap termasuk meningkatlah penghasilan para aparat keamanan untuk diam-diam melindungi judi gelap. Wajar apabila mereka yang merasa diuntungkan keberatan apabila arus aliran sumber keuntungan mereka dibendung.

Menarik bahwa pemerintah Indonesia terbukti bisa tegas melarang mudik, namun maju-mundur melarang miras.

Maka sebaiknya melarang dan tidak melarang miras dipertimbangkan dengan menyimak neraca rugi-laba lahir-batin secara cermat, seksama dan matang sebelum tegas diputuskan menjadi keputusan yang tegas.

Sesal kemudian jelas tidak bermanfaat apa pun kecuali memperkeruh suasana sudah keruh sambil menambah beban rasa kecewa belaka.

Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Kelirumologi Menghujat Rocky Gerung
Jaya Suprana

Kelirumologi Menghujat Rocky..

12 Juni 2021 13:32
Humor Itu Serius, Serius Itu Humor
Jaya Suprana

Humor Itu Serius, Serius Itu..

11 Juni 2021 20:40
Kemakmuran Terkait Agama?
Jaya Suprana

Kemakmuran Terkait Agama?

10 Juni 2021 08:57
Terima Kasih, BPOM!
Jaya Suprana

Terima Kasih, BPOM!

09 Juni 2021 12:16
Buku Kecil Merah Mao Zedong
Jaya Suprana

Buku Kecil Merah Mao Zedong

08 Juni 2021 10:00
Evolusi Makna Istilah Kadrun
Jaya Suprana

Evolusi Makna Istilah Kadrun

07 Juni 2021 08:44
Keretakan Negara Kesatuan Kerajaan Inggris
Jaya Suprana

Keretakan Negara Kesatuan Ke..

06 Juni 2021 11:58
Membedah Buku
Jaya Suprana

Membedah Buku Das Kapital

05 Juni 2021 09:53