Mempertanyakan Pertanyaan

Jaya Suprana/Istimewa

KEUNGGULAN Sokrates terletak pada kemampuan bertanya. Ada beberapa jenis pertanyaan misalnya apa, siapa, kapan, di mana, bagaimana, berapa, kenapa, adakah, serta masih ada lagi?

Masing-masing pertanyaan memiliki bobot makna kesulitan tersendiri untuk dijawab secara seragam. Bahkan bentuk kesulitan rawan berubah dari insan ke insan, waktu ke waktu, lokasi ke lokasi, mau pun dimensi ke dimensi.

Risiko

Ada pula jenis pertanyaan yang sebaiknya jangan ditanyakan akibat mengandung risiko membahayakan sang penanya, seperti misalnya bertanya kepada seorang penguasa mengenai kenapa menyalahgunakan kekuasaan. Sementara Raja Salomon sempat dihadapkan dengan pertanyaan mengenai siapa ibu kandung seorang bayi yang sedang diperebutkan dua orang perempuan yang keduanya mengaku bayi tersebut adalah anak kandungnya. Jawaban sangat berisiko keliru akibat pada masa itu belum ada tes DNA.

Dalam Ilmu Jajak Pendapat hasil polling potensial terpengaruh oleh bentuk pertanyaan yang diajukan ke para responden. Lokasi juga berpengaruh terhadap hasil jajak pendapat, misalnya yang diselenggarakan di dalam lingkungan biara lazimnya menolak prostitusi dan judi.

Berapa

Pertanyaan berapa terkesan mudah dijawab dengan angka. Namun jawaban terhadap pertanyaan mengenai berapa sebenarnya jumlah kematian warga Indonesia akibat Covid-19 relatif rumit akibat sepenuhnya tergantung kepada kehendak penguasa untuk menjawabnya.

Jika kebutuhan adalah membuktikan keberhasilan menekan mortalitas, maka angka perlu ditekan serendah mungkin. Jika kebutuhannya adalah menakut-nakuti masyarakat, maka jawaban angka ditingkatkan setinggi mungkin. Juga belum ada yang bisa atau berani menjawab pertanyaan mengenai berapa sebenarnya angka paling tertinggi, yang tidak ada yang lebih tinggi pada deret angka prima.

Angka terbesar pada deret angka biasa pun mustahil bisa dibakukan, sebab begitu ditambah satu, maka langsung terbukti angka yang dianggap terbesar itu bukan angka terbesar.

Kenapa

Semua orang yang pernah sekolah sistem pendidikan Barat bisa menjawab pertanyaan tentang berapa 2+2 yaitu 4. Namun kenapa 2+2=4 terbukti masih diperdebatkan sejak dahulu kala sampai masa kini akibat belum ada yang benar-benar tahu mengenai kenapa 2+2=4. Kecuali dipaksakan dengan kekuasaan. Di masa duduk di bangku sekolah dasar saya sempat dihukum guru atas tuduhan melawan guru akibat sempat nekat bertanya tentang kenapa 2+2=4. Mirip nasib pertanyaan kenapa RUU HIP perlu dibahas untuk dijadikan Undang-Undang.

Kapan

Pertanyaan kapan juga tidak mudah dijawab, semisal “Kapan Keadilan Sosial Untuk Seluruh Indonesia terwujud menjadi kenyataan di persada Indonesia tercinta ini?”. Setara sulit menjawab pertanyaan “Kapan pageblug Corona benar-benar berakhir?“.

Namun bagi mereka yang sudah merasa bosan membaca naskah simpang-siur morat-marit tak keruan juntrungan ini, maka bertanya “Kapan naskah ini berakhir?”. Jawabannya mudah, yaitu “Sekarang!” sebab naga-naganya saya juga sudah kehabisan bahan untuk menulis lebih lanjut.

Pertanyaanologi

Pada hakikatnya, seluruh naskah ini hanya secara pertanyaanologis berupaya meyakinkan bahwa memang tidak semua pertanyaan perlu dipertanyakan, sebab belum tentu bisa (atau boleh) dijawab. Di suasana otoriter sekaligus represif memang lebih bijak karena lebih aman jangan mengajukan pertanyaan yang sebenarnya bisa namun tidak boleh diajukan.

Memang nilai pertanyaan mirip pisau yang nilainya tergantung untuk apa, bagaimana dan oleh siapa pisau didayagunakan. Menurut saya, yang rawan terpapar virus keliru ini, tanda tanya merupakan penemuan terindah dalam apa yang disebut sebagai bahasa.

Menarik bahwa bentuk tanda tanya dalam bahasa Spanyol terbalik dibanding bahasa lain, termasuk Indonesia. Namun saya tidak berani mempertanyakan kenapa bisa begitu, khawatir dituduh mengada-ada alias membelah titian serambut menjadi tujuhpuluhtujuhribukomatujuh.

Penulis adalah pembelajar pertanyaanologi
EDITOR: DIKI TRIANTO

Komentar


Video

FARAH Zoomtalk Spesial Ramadhan • Sibuklah Memperbaiki Diri Sendiri

Sabtu, 17 April 2021
Video

Perawat RS Siloam Palembang Dianiaya Keluarga Pasien

Sabtu, 17 April 2021
Video

Gudang Alat Produksi Roti dan 4 Unit Kendaraan Ludes Terbakar

Sabtu, 17 April 2021

Artikel Lainnya

Indonesia Berprestasi Superlatif Vaksinasi
Jaya Suprana

Indonesia Berprestasi Superl..

17 April 2021 09:16
Larva Paling Horor
Jaya Suprana

Larva Paling Horor

16 April 2021 09:29
Revolusi Peradaban Akibat Corona
Jaya Suprana

Revolusi Peradaban Akibat Co..

14 April 2021 09:12
Taiwan Berjaya Melawan Corona
Jaya Suprana

Taiwan Berjaya Melawan Coron..

13 April 2021 09:28
Marhaban Ya Ramadhan
Jaya Suprana

Marhaban Ya Ramadhan

12 April 2021 08:28
Perang Saling Hujat Pelanggaran HAM
Jaya Suprana

Perang Saling Hujat Pelangga..

11 April 2021 09:41
Mendamba Bang Anies Turun Tangan
Jaya Suprana

Mendamba Bang Anies Turun Ta..

10 April 2021 08:51
Jangan Pandang Rendah Orang Desa
Jaya Suprana

Jangan Pandang Rendah Orang ..

09 April 2021 09:20