Telkom Dukung Indonesia Jadi Pemimpin Industri Halal Kelas Dunia

Sabtu, 27 April 2019, 19:37 WIB | Laporan: Diki Trianto

Kegiatan talkshow di Halal Park/Telkom

Moslem District Destination, Halal Park baru-baru ini dibuka Presiden Joko Widodo guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengembangkan industri halal di Indonesia.

Untuk meningkatkan awareness masyarakat tentang keberadaan Halal Park, Kementerian BUMN bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) mengadakan kegiatan Media Gathering, Jum’at (26/4) bertema “Masa Depan Industri Halal di Indonesia”.

Sebagai digital telco company, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen mendukung program yang dicanangkan Presiden RI untuk menjadikan wisata industri halal Indonesia mendunia.

Melalui program Indigo Creative Nation, Telkom siap menjadi inkubator, akselerator dan katalisator yang menumbuhkembangkan seluruh ide-ide anak bangsa.

Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo mengatakan pihaknya memiliki 4 Digital Valley dan 17 Digital Innovation Lounge yang tersebar di seluruh Indonesia serta co-working space yang ada di Halal Park yang membuka kesempatan menampung kreativitas masyarakat dalam mengembangkan industri halal.

“Industri halal sangat potensial untuk menjadikan ekonomi bangsa lebih kuat dan membawa nama Indonesia mendunia. Telkom yang selama ini konsisten menjalankan budaya inovasi siap mewujudkan hal tersebut dengan menyediakan berbagai fasilitas seperti co working space, akses internet cepat, serta coaching dan mentoring yang dapat dimanfaatkan para pelaku industri kreatif digital dan masyarakat umum untuk mengembangkan idenya menjadi produk yang bersaing di pasaran, “ jelas Arif.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, industri halal di Indonesia berkembang sangat pesat.

Menurut Global Muslim Travel Index, wisata halal Indonesia menempati peringkat pertama dari 130 negara lainnya, termasuk Malaysia, Turki, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, Bahrain, Oman, Brunei dan negara lainnya. Hal ini menjadikan industri gaya hidup halal sebagai angin segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Lebih lanjut, tahun 2018 sebanyak 140 juta wisatawan muslim datang ke Indonesia dengan total spending online hingga USD 35 miliar. Jumlah turis muslim dunia terus meningkat dari tahun ke tahun, dan tahun 2020 diproyeksikan akan mencapai jumlah 158 juta orang.

Saat ini, Halal Park menyediakan beragam tenant fashion serta makanan dan minuman yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Sebagai koordinator pelaksana Halal Park, Kementerian BUMN berkontribusi menyediakan produk-produk Rumah Kreatif BUMN (RKB) dari beberapa perusahaan BUMN yang terdiri dari produk fesyen dan makanan minuman.

Halal Park akan menjadi ekosistem para pelaku bisnis yang bergerak pada industri gaya hidup halal dari hulu ke hilir yang tidak hanya sebatas pada bidang bisnis fashion dan makanan dan minuman, tetapi juga bidang lain seperti pariwisata, pendidikan, dan keuangan.
Editor: Diki Trianto
Tag:

Kolom Komentar


Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019
Video

Garuda Perlu Tinjau Ulang Aturan Mengambil Foto dan Video

Rabu, 17 Juli 2019
Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019