Guna menciptakan struktur yang lebih ramping, efisien, dan memiliki daya saing tinggi, Telkom me-streamlining portofolionya dengan memangkas 34 entitas dari total 67 entitas yang saat ini dikelola (mencakup 58 anak perusahaan dan 9 investasi minoritas).
Perkembangan agenda besar ini dibahas dalam pertemuan antara jajaran Telkom Indonesia dengan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, pada Kamis 6 Agustus 2026.
Diskusi tersebut menyoroti tiga poin utama: eksekusi Strategic Holding Organization, percepatan efisiensi entitas (streamlining), serta penguatan leadership pipeline untuk menopang tata kelola, sinergi bisnis, dan nilai jangka panjang.
“Transformasi bukan soal mengubah struktur semata. Yang paling penting, perusahaan bisa bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan menciptakan nilai yang lebih besar,” ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, Jumat 7 Agustus 2026.
Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari dorongan BP BUMN dan Danantara agar Telkom berkembang menjadi entitas digital nasional yang adaptif serta kompetitif di tingkat global. Pemangkasan hierarki organisasi diyakini dapat mengakselerasi proses pengambilan keputusan, mengoptimalkan operasional, dan memperjelas fokus bisnis.
Di sisi lain, penyiapan kader kepemimpinan (leadership pipeline) dinilai krusial agar Telkom memiliki sumber daya manusia yang responsif terhadap dinamika industri digital.
Kombinasi antara organisasi yang lincah, kepemimpinan yang solid, serta portofolio bisnis yang terintegrasi diharapkan mampu menggenjot inovasi Telkom sekaligus memperkuat perannya dalam mengawal transformasi digital di tanah air.
BERITA TERKAIT: