Museum Pertanian, Ikon Baru Wisata Edukasi Di Kota Bogor

Jumat, 19 April 2019, 01:11 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

Museum Pertanian/RMOL

Selalu ada alasan untuk berkunjung ke Kota Bogor, Jawa Barat. Selain hawa sejuk Pegunungan Salak, kota yang terletak 59 kilometer sebelah selatan dari Jakarta ini juga memiliki beberapa tempat menarik.

Salah satunya Museum Pertanian yang akan diresmikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada 22 April mendatang.

Museum pertanian yang berlokasi satu komplek dengan museum tanah berada tak jauh di seberang pintu utama Kebun Raya Bogor. Berdirinya Museum Pertanian tidak dapat dipisahkan dari Museum Tanah yang telah diresmikan mentan pada peringatan Hari Tanah Sedunia 5 Desember 2017.

Museum Pertanian memiliki empat galeri utama yang telah ditata sedemikian rupa sehingga mampu membawa pengunjung seakan memasuki lorong waktu. Betapa tidak, begitu masuk ke museum yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda Nomor 98 itu pengunjung akan disuguhkan galeri pangan dan peradaban pertanian yang menampilkan informasi tentang sejarah komoditas pangan beserta peradaban yang menyertainya.

Berbagai informasi komoditas pangan di Indonesia diilustrasikan dalam bentuk diorama pengolahan lahan sawah, rumah petani hingga alat pertanian yang sangat menarik untuk dijadikan spot foto bagi pengunjung. Museum Pertanian menawarkan sensasi yang menyenangkan dengan dekorasi yang sangat Instagramable.

Beranjak ke lantai dua, pengunjung akan mendapatkan galeri kebijakan dan komoditas yang menggambarkan perkembangan pertanian Indonesia dari era kolonial sejak tahun 1600 sampai 1945. Hingga perkembangan pertanian pada era setelah kemerdekaan yang dipamerkan berdasarkan periodisasi kabinet dari tahun 1945 sampai 2019.

Yang menarik, selain memiliki zona Instagramable yang akan menggugah pengunjung untuk terus berfoto, di galeri yang merangkum pembangunan pertanian dari tahun 1600 sampai 2019 ini terdapat area coffee corner yang menjadi tempat icip-icip produk kopi, teh dan kakao dari berbagai daerah di Indonesia.

Tidak berhenti di situ, pengunjung juga akan dimanjakan melalui galeri pertanian masa depan dan lumbung pangan dunia 2045 yang terdapat di lantai tiga. Dalam galeri ini pengunjung dapat melihat pengembangan pertanian 4.0 dengan sangat apik. Ilustrasi penggunaan teknologi canggih seperti drone, market smart farming hingga atutonomous tractor atau traktor tanpa awak yang menggunakan sistem GPS berbasis real time kinematika.

Kepala Pusat Pepustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Leli Nuryati mengatakan, Museum Pertanian menawarkan konsep wisata edukasi dengan tema 'Bertolak dari Masa Lalu, Menapak ke Masa Depan.' Artinya museum hadir untuk menyampaikan informasi sejarah perjuangan dan perkembangan pertanian bangsa dari masa lalu hingga sekarang serta ilustrasinya pada masa yang akan datang.

"Konsep yang ditawarkan dari museum ini adalah mengaitkan sejarah pertanian dan peradaban di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang sesuai dengan temanya connecting the past to the future," jelas Leli yang ditetapkan sebagai penanggung jawab Museum Pertanian, Kamis (18/4).

Memiliki tujuan utama meningkatkan minat dan kepedulian masyarakat khususnya generasi muda terhadap pertanian. Museum Pertanian diharapkan mampu menghadirkan metode pembelajaran sejarah baru yang tidak menjemukan. Sehingga generasi muda tertarik untuk memahami sejarah pertanian bangsanya.

"Setelah dibuka resmi oleh bapak menteri pertanian untuk sementara Museum Pertanian masih membebaskan tiket masuk tanpa dipungut biaya. Harapannya museum ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat khususnya para generasi muda," ungkap Leli.

Galeri keempat dari museum terletak di gedung D yang juga masih berada di komplek Museum Tanah. Galeri memiliki lima zona ruangan terpisah dengan spot edukasi dan visualisasi. Galeri peternakan menampilkan berbagai perkembangan teknologi peternakan yang disajikan dalam bentuk video pendek, diorama, poster dan beberapa artefak.

Leli mengungkapkan, ke depan lantai empat gedung D akan dibangun zona rooftop yang memungkinkan pengunjung untuk menikmati panorama Gunung Salak dengan fasilitas gazebo sederhana yang dikelilingi sarana edukasi hidroponik.

Museum Pertanian akan dibuka hari Senin sampai Jumat pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Leli pun mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk berkunjung ke Museum Pertanian. Dengan fasilitas yang memadai dijamin wisata edukasi para pengunjung di Museum Pertanian akan terasa sempurna.
Editor:

Kolom Komentar


loading