"Operasi pasar ini perlu kami lakukan, karena melihat ada kecenderungan harga bawang merah dan bawang putih yang meningkat. Melalui operasi pasar, diharapkan harga bisa stabil dan kembali normal," ujar Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi saat melakukan pelepasan operasi pasar di Toko Tani Indonesia Centre (TTIC), Jakarta, Jumat (12/4).
Agung mengatakan, untuk operasi pasar (OP) kali ini menggandeng (Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan LUPM), PT Food Station Tjipinang Jaya dan CV Cahaya Bahari dan digelar di 46 lokasi diantaranya 39 pasar, 2 kecamatan, 3 kelurahan dan 1 perumahan di wilayah Jakarta.
"Operasi pasar dilakukan di pasar eceran dan kecamatan/kelurahan di DKI yang harga bawangnya tinggi dan juga termasuk lokasi masyarakat menengah ke bawah sehingga diharapkan langsung menyentuh konsumen akhir dan tepat sasaran," kata Agung.
Dijelaskan, harga bawang merah yang dijual kepada masyarakat sebanyak 10 ton itu dipatok dengan harga Rp 20.000,-/kg dan 10 ton bawang putih dengan harga Rp 23.500/kg. Selain itu, tidak kalah penting komoditi tersebut didatangkan langsung dari gabungan kelompok tani.
"Sehingga harganya bisa lebih murah dibanding harga pasaran yang mencapai Rp 60.000/kg untuk bawang merah, Rp 55.000/kg bawang putih dan cabai merah Rp 25.000/kg," kata dia.
Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa Kementan memiliki instrumen untuk menstabilkan harga pangan yakni Toko Tani Indonesia (TTI) dan TTI (Centre) yang berperan sebagai distribution center untuk menyalurkan bahan pangan pokok ke konsumen langsung dengan harga terjangkau dan kualitasnya tetap terjaga.
"Dengan demikian, Kementan melalui TTI/TTIC turut berperan dalam upaya pemerintah menjaga kestabilan harga bahan pangan pokok yang pada akhirnya berkontribusi menurunkan inflasi," tutupnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur PPHP Hortikultura Yasid Taufik, dan perwakilan dari PD Pasar Jaya.
BERITA TERKAIT: