PEREMPUAN lain yang disinggung dalam Al-Qur'an ialah Maimunah binÂti Harits. Perempuan ini terakhir yang dikawini Nabi. Perempuan ini diabadiÂkan di dalam Al-Qur'an dengan istilah "imra'atan mu'minatan" (perempuan mukmin), sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur'an: "Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukÂmu, dan (demikian pula) anak-anak peremÂpuan dari saudara laki-laki ayahmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan ayahmu, anak-anak perempuan dari sauÂdara laki-laki ibumu dan anak-anak peremÂpuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersamamu, dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebaÂgai pengkhususan bagimu, bukan untuk seÂmua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibÂkan kepada mereka tentang istri-istri merÂeka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha PeÂnyayang." (Q.S. al-Ahdzab/33:50).
Nama sebenarnya, sebagaimana disÂebutkan di dalam kitab-kitab Tafsir, ialah Barrah binti Harits, tetapi namanya diganÂti setelah kawin dengan Nabi. Ia termasuk perempuan terhormat di dalam kabilahÂnya. Ia sesungguhnya seorang janda yang berumur dan ia sebagai perempuan kedua masuk Islam setelah Khadijah. Maimunah masih terkait hubungan keluarga dengan Zainab binti Khuzaimah bin Harits. Ia seÂorang perempuan pertama dimakamkan di Baqi'.
Maimunah memiliki kisah tersendiri tenÂtang perjodohannya dengan Nabi. Di awaÂli ketika Barrah jatuh cinta berat terhadap Nabi Muhammad Saw. Walaupun usianya 36 dan Nabi Muhammad 59 atau 60 tahun tetapi tidak menghalanginya untuk jatuh cinta terhadap seorang tokoh dan sekaligus pahlawan dan Nabi. Akhirnya niatnya kesaÂmpaian oleh kakak kandungnya sendiri dan Nabi pun tidak keberatan memenuhi haraÂpan Barrah. Akhirnya secara resmi Nabi melamar Barrah dan selanjutnya kawin dengan Barrah. Perkawinannya ini diabadiÂkan di dalam Al-Qur'an sebagaimana disÂebutkan di atas.
Perkawinannya tergolong unik kareÂna mungkin satu-satunya isteri Nabi yang pro-aktif untuk mepersuamikan Nabi ialah Maimunah. Proaktifnya seorang peremÂpuan untuk mempersuamikan seorang laÂki-laki tidak terlarang sepanjang melalui proses Syari'ah dan tentunya tidak dengan cara menimbulkan fitnah. Maimunah kawin dengan Rasulullah Saw dan mengantarÂkan karier dan sekaligus perjuangan Nabi bersama dengan istri-istri Nabi lainnya. Ia meninggal dalam usia 81 tahun, jauh sesuÂdah wafatnya Nabi. Ia meminta dikuburkan di dekat Tan'im, sebuah tempat yang penuh kenangan yaitu saat-saat ketika ia memunÂcak cintanya terhadap Nabi.
Maimunah termasuk salah seorang isÂteri Nabi yang cerdas dan aktif mendampÂingi Nabi Muhammad saw. Ia tercatat telah meriwayatkan 64 hadis yang kemudian diriÂwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi, Nasai, dan Ibn Majah. Sejumlah sahabat telah mengambil hadis dari padanya, seperti Ibn Abbas, Yazin ibn al-Asham, dan sejumlah tabi'in. Allahu a'lam.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.