"Zaman penjajahan, senjata kita adalah bambu runcing, sekarang senjata kita adalah ilmu," kata Zulkifli dalam pidatonya di Universitas Negeri Malang, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/10).
Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, di depan ratusan mahasiswa, Zulkifli mengingatkan para pemuda untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Zulkifli, Pancasila adalah jawaban dari segala keresahan yang terjadi belakangan ini. Dia mengatakan bahwa saat ini masyarakat saling menista dan mencela.
"Pancasila itu perilaku yang mempersatukan," ujar ketum PAN ini.
Zulkifli juga mengatakan bahwa Pancasila mengandung nilai-nilai kemanusiaan dan humanis. Untuk itu dia mengutuk tindakan apapun yang bersifat tidak berperikemanusiaan.
Contohnya, peristiwa di Rohingnya dan penjajahan Israel atas Palestina merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
"Bersikap manusiawi adalah tuntutan Pancasila dan konstitusi," ungkap Zulkifli.
Ditambahkan Zulkifli, Pancasila menolak paham antituhan. Menurutnya, agama dan paham kebangsaan seiring sejalan.
"Melaksanakan ajaran agama dengan sunguh-sunguh merupakan jalan untuk mencintai bangsa," tutupnya.
[rus]