Percepatan LTT Senjata Ampuh Menangkal Keinginan Impor Beras

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 24 Oktober 2017, 22:28 WIB
Percepatan LTT Senjata Ampuh Menangkal Keinginan Impor Beras
Net
rmol news logo Irjen Kementerian Pertanian Justan Riduan Siahaan menyampaikan bahwa pihaknya berupaya keras mempertahankan luas tambah tanam (LTT) sebagai senjata dan amunisi untuk berhadapan dengan pihak-pihak yang pro impor beras.

Salah satu strategi yang dilakukan dengan mempertahankan LTT minimal pada tingkat satu juta hektar per bulan untuk komoditas padi.

"Kami berjuang keras bersama-sama petani, penyuluh dan aparat pertanian lainnya untuk mempertahankan tingkat minimal LTT padi sebagai benteng pertahanan dari tekanan impor beras, khususnya bagi pihak yang yang sedang membahas stok pangan. Stok beras tetap stabil," jelas Justan saat kunjungan kerja sebagai penanggung jawab Upsus Pajale Provinsi Lampung di Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (24/10).

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa bulan Oktober merupakan salah satu titik kritis LTT padi karena peralihan musim termasuk pembahasan dilakukan tidaknya impor beras, sehingga perlu dipertahankan sinergi dari beberapa pihak untuk menekan impor beras.

"Perlu ditingkatkan kerja keras dan kerja sama dari semua lini, yaitu petani, dinas kabupaten, provinsi, kementerian dan juga TNI yang selama ini cukup aktif dalam mengawal kegiatan upsus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. Sehingga target peningkatan produksi yang ditetapkan dapat terlampaui," lanjut Justan.

Di lapangan, sinergi antara TNI dan petani merupakan kekuatan besar dalam rintisan menuju lumbung pangan dunia 2045.

Dalam kesempatan tersebut Justan juga melakukan kegiatan tanam padi bersama di Gapoktan Tototiti, Desa Toto Katon, Kecamatan Punggur. Target tanaman padi pereode Oktober-Maret di Kecamatan Punggur seluruhnya seluas 3.000 hektare dan telah terealisasi seluas 2.000 hektare. Selain tanam padi, dilakukan juga tanam kedelai pada pematang sawah. Tujuan tanam kedelai tersebut dimaksudkan sebagai refugia atau tanaman perangkap untuk mengendalikan hama pada tanaman padi secara alami.

Kegiatan tanam bersama juga dihadiri oleh Susanto, Inspektur I yang merupakan Penjab Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur dan Kota Metro, Letkol Jajang Kurniawan Dandim 0411/LT, R Arivin Kepala BPTP Lampung, dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provisni Lampung  hadir Herlin. R selaku Kabid Tanam Pangan, Indriatmoko Kabid PSP dan Mufredi Kabid Hortikultura, Edi D Sekretris Dinas Pertanian Lampung Tengah dan  IPTU A. Rahman Kapolsek Punggur dan para Babinsa.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Tototiti Suparyono menyampaikan apresiasi kepada pihak pemerintah yang memberikan dukungan kepada petani untuk meningkatkan produksi tanaman pangan, khusunya padi, jagung dan kedelai, melalui paket bantuan sarana dan kegiatan mendukung peningkatan produksi padi. Hanya saja di tingkat petani saat ini kekurangan pasokan pupuk SP-36 untuk mendukung musim tanam Ok-Mar.

"Khusus untuk pupuk SP-36 ini, kami mohon perhatiannya," harapnya. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA