Hasyim Asy'ari Ajarkan Agama Dan Nasionalisme Saling Melengkapi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Sabtu, 21 Oktober 2017, 19:15 WIB
Hasyim Asy'ari Ajarkan Agama Dan Nasionalisme Saling Melengkapi
Gus Sholah-Zulkifli Hasan/Net
rmol news logo . Ketua MPR RI Zulkifli Hasan bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (21/10). Kunjungan ke Ponpes pimpinan KH. Shalahuddin Wahid (Gus Sholah) ini dalam rangka jelang peringatan Hari Santri 22 Oktober.

Kehadiran Zulkifli di Tebuireng untuk menjadi pembicara utama seminar 'Aktualisasi Pemikiran Hasyim Asy'ari'. Zulkifli disambut Gus Sholah, Direktur Pusat Kajian Hasyim Asy'ari KH Tolchah Hasan, dan ratusan kiai, alim ulama perwakilan pimpinan Ponpes se Jawa Timur.

Zulkifli menyebut pemikiran Hasyim Asy'ari sebagai landasan inspirasi meleburnya Islam dan kebangsaan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Karena itu siapapun yang masih mencoba mempertentangkan Islam dan nasionalisme, silahkan belajar lagi pemikiran Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari," tegasnya

Menurut Zulkifli, sejarah membuktikan bagaimana resolusi jihad Mbah Hasyim dengan konsep 'hubbul wathon minal Iman' menginspirasi perjuangan mempertahankan kemerdekaan di seluruh Indonesia.

"Dengan pekik 'takbir' dan 'merdeka', Bung Tomo menggelorakan semangat perlawanan 10 November. Santri di seluruh Indonesia bergerak melawan penjajah. Inspirasinya adalah resolusi jihad Mbah Hasyim," terang ketum PAN ini.

Tugas generasi sekarang, kata Zulkifli adalah meneladani pemikiran Mbah Hasyim dengan menjaga Pancasila sebagai 'kalimatun sawa' atau kesepakatan bersama.

"Indonesia adalah negara bertuhan yang menolak paham anti Tuhan. Saatnya meneruskan perjuangan Mbah Hasyim dengan menjaga agama dan membela negara," tutupnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA