Dana PKBL Bisa Jadi Alternatif Pembiayaan Program WP

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 14 Juli 2017, 06:30 WIB
Dana PKBL Bisa Jadi Alternatif Pembiayaan Program WP
Prakoso BS/Net
rmol news logo Ada potensi Rp 20 triliun dari 140 BUMN yang bisa dijadikan sebagai alternatif pembiayaan bagi program Wirausaha Pemula (WP).

Deputi Bidang Pembiayaan Kementrian Koperasi dan UKM Braman Setyo menjabarkan, jika ada WP yang bagus dan memiliki prospek baik, maka mereka bisa menjadi binaan dari salah satu BUMN dengan menggunakan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tersebut.

"Para WP akan dibina selama tiga tahun. Bila ini bisa dilakukan, tentunya akan sangat membantu. Tugas Kemenkop adalah menciptakan alternatif pembiayaan bagi program WP, baik melalui APBN maupun swasta", kata Braman dalam sebuah diskusi bertajuk "Program Wirausaha Pemula" di Jakarta, belum lama ini.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan SDM Prakoso BS mengakui bahwa dana untuk pengembangan WP termasuk untuk pelatihan kewirausahaan sangat terbatas. Program WP yang di awal disediakan sebanyak Rp 80 miliar, kata Prakoso, sebenarnya masih kurang. Kini dengan adanya pola e-Proposal dana itu justru berkurang karena hanya dianggarkan Rp 15 miliar untuk mencakup seluruh Indonesia.

"Jadi saya pikir, untuk ke depan, dana PKBL bisa menjadi alternatif pembiayaan bagi Wirausaha Pemula", kata Prakoso.

Sejauh ini Kemenkop UKM sudah menggandeng sekitar 50 perusahaan baik BUMN dan swasta dengan memanfaatkan dana PKBL tersebut.

"Untuk pelatihan-pelatihan kewirausahaan kita sudah bekerjasama dengan Sampoerna, IBM, Ciputra, Indofood, Indosemen, Bank Mandiri, BNI, dan sebagainya. Dana PKBL bisa digunakan untuk program pelatihan. Bila untuk pembiayaan WP, saya pikir itu dikembalikan ke aturan yang ada di masing-masing perusahaan", jelas Prakoso.

Program WP di awal tahun 2017 hingga bulan Mei telah direalisasikan sebanyak 485 WP (40,41 persen) dengan nilai Rp 5,719 miliar dari total alokasi sebanyak 1.200 WP (Rp 15,6 miliar).

Alokasi itu tersebar di tiga lokasi seperti daerah tertinggal dan perbatasan sekitar 42 WP, kawasan ekonomi khusus (KEK) 39 WP dan antar kelompok pendapatan (berpendapatan rendah/masyarakat miskin) 404 WP.

Sementara sejak 2011 hingga 2015 sudah terealisasi kepada 17.105 WP dengan anggaran mencapai Rp 207,372 miliar.

Pada tahun 2018, diharapkan program bantuan untuk wirausaha pemula ini dapat dilanjutkan dengan diperluas, yaitu pada antar kelompok pendapatan. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA