Ketua MPR: Kesenjangan di Indonesia Muncul Seiring Rapuhnya Semangat Kebangsaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Sabtu, 14 Januari 2017, 22:42 WIB
Ketua MPR: Kesenjangan di Indonesia Muncul Seiring Rapuhnya Semangat Kebangsaan
Foto: Istimewa
RMOL. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan prihatin dengan isu kebangsaan yang belakangan ini mencuat. Keprihatinan itu muncul karena adanya kelompok yang berpendirian, jika bukan golongannya, berarti bukan teman.

Pengelompokan-pengelompokan yang memicu pertikaian itu, menurut dia, muncul seiring dengan semakin rapuhnya semangat kebangsaan. Semakin lebarnya kesenjangan, baik antara pusat dan daerah, Jawa dan non-Jawa, maupun Barat dan Timur juga menjadi pemicu.

Zulkifli mengatakan itu di hadapan peserta Rakernas Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI), yang berlangsung di Masjid Al-Furqon Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/1).

Menurut dia, kesenjangan yang terjadi di Indonesia itu tampak begitu kasatmata. Antara lain, pada bidang penguasaan lahan, penguasaan sumber daya alam, hingga aktivitas impor yang sudah mencakup seluruh kebutuhan hidup. Mulai padi, bawang, jagung, kedelai, hingga garam.

"Petani kita tak punya lahan dan pekerjaan. Mereka juga tak memiliki keterampilan dan pengetahuan. Ketika lapar, mereka jadi sangat gampang disusupi untuk melakukan tindakan anarkisme," jelas Zulkifli.

Selain karena alasan kesenjangan, menurut dia, perilaku pejabat negara yang tidak mencerminkan Pancasila menambah rumit persoalan kebangsaan. Mereka adalah pejabat yang lupa dengan tujuannya menjadi pemimpin. Sehingga menjadikan jabatannya sebagai alat untuk memperkaya diri sendiri.

"Lupa pada sumpahnya yang harus menjadi pelayan masyarakat," pungkasnya. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA