Dalam pertemuan tersebut Ma'ruf Cahyono mengatakan kegiatan seperti itu perlu dilakukan agar para pegawai biasa mendengar. Dikatakan, mendengar akan mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat.
Untuk itu pertemuan seperti ini selama setahun ini rutin dilaksanakan dari berbagai tingkatan, dari seluruh pegawai hingga per angkatan.
"Setiap pertemuan dilakukan mempunyai maksud. Bila pertemuan sering dilakukan akan mengingatkan kita pada banyak hal, dari pengetahuan hingga spirit," ucapnya.
Menurut Ma'ruf Cahyono bila kelak pegawai semakin lama pengabdiannya maka ia akan semakin paham karakteristik. Diharapkan setiap pegawai agar sumber daya manusianya semakin kualifikasi. "Pintar saja tidak cukup, sabar saja tak cukup," ungkapnya.
Bila nanti pegawai semakin berpengalaman maka ia akan semakin tahu apa yang dibutuhkan dan diperlukan di Setjen MPR. Diharapkan kepada pegawai agar semua yang diberikan agar dipraktekan. Jangan sampai pekerjaan tidak tuntas.
Ma'ruf Cahyono pada kesempatan itu menceritakan kisah pegawai yang hanya berijazah SMP namun mempunyai perjuangan dan pengabdian yang tinggi, tidak heran bila ia tidak mau melihat pegawai berdasarkan levelnya. "Pekerjaan itu suatu ibadah," paparnya.
Pada kesempatan itu, Ma'ruf Cahyono juga mengungkapkan pengalaman dirinya saat menjadi Kabag Kepegawaian. Untuk itu dirinya mengingatkan agar bila nanti pegawai menduduki sebuah jabatan, ia mempunyai pikiran untuk terus mendorong tertib administrasi. Baginya, arsip-arsip yang ada memiliki nilai sejarah tinggi yang berimplikasi pada data dan hukum.
Dalam kesempatan itu, Ma'ruf Cahyono menginginkan agar angkatan baru mempunyai forum untuk berdiskusi namun yang produktif.
[rus]
BERITA TERKAIT: