Sosialisasi diikuti sekitar 300 mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (IMTSI), BEM STMIK Nusa Mandiri Sukabumi, Senat Mahasiswa BSI Sukabumi. Acara juga dihadiri wali kota Sukabumi, ketua DPRD Sukabumi, serta anggota Fraksi Partai Golkar Hardisoesilo dan Dewi Asmara sebagai narasumber.
Dalam pengantarnya, Mahyudin menjelaskan sosialisasi Empat Pilar MPR merupakan tugas dari MPR sesuai amanat Undang-Undang 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Dalam UU itu, MPR mensosialisasikan Empat Pilar MPR yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara dan Ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
"Mengapa kita sosialisasikan Empat Pilar MPR. Karena tantangan kebangsaan kita semakin kompleks. Salah satunya sering terjadi pemahaman keagamaan yang kurang baik sehingga orang mudah dihasut dan muncul paham radikalisme, menimbulkan paham terorisme dan ada tantangan munculnya kesukuan yang semakin kuat," jelasnya.
Dalam negara Pancasila, lanjut Mahyudin, paham-paham seperti itu harus dihilangkan.
"Tantangan itu yang harus kita selesaikan. Sosialisasi Empat Pilar bisa mengatasi tantangan itu. Apalagi menjelang Pilkada ini, isu-isu sara sering dimunculkan yang berpotensi memecahbelah masyarakat. Sosialisasi Empat Pilar ini menjadi momen yang tepat. Saya berharap kita bisa menahan diri dan mengedepankan kebersamaan," katanya.
Mahyudin berharap mahasiswa Sukabumi yang mengikuti sosialisasi Empat Pilar MPR ini bisa memperkuat jiwa kebangsaan.
"Dengan sosialisasi ini bisa menambah kuat nasionalismenya. Sehingga ketika menjadi pemimpin bangsa ini dengan nasionalisme yang kuat tidak menipu negara," ujar politisi Golkar tersebut.
[wah]
BERITA TERKAIT: