Pameran yang berlangsung Ballroom Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta ini diikuti 55 peserta yang terdiri para pengusaha travel biro haji umrah, perhotelan, dan restoran dari Timur Tengah khususnya di Arab Saudi. Ini ketiga kalinya pameran ini diselenggarakan di Indonesia.
Menurut Oesman Sapta yang akrab disapa Oso, bicara soal ibadah haji dan umrah, semua orang ingin mendapatkan pelayanan paling baik. Dari pengalaman dia naik haji pada 1982 dan terakhir dua bulan lalu, dari hotel-hotel yang pernah ditempati mendapat pelayanan yang baik. Oleh karena itu, Oso menyatakan, tidak perlu diragukan lagi bahwa even itu diselenggarakan oleh para profesional.
Karena itu, menurut Oso, apa yang ditampilkan di sini pada dasarnya adalah fasilitas yang disediakan di Arab Saudi.
"Mereka di Arab Saudi juga bersaing, terutama antar hotel dalam soal harga. Maka pandai-pandai orang Indonesia menempat diri," ujarnya, Rabu (26/10).
Apalagi kans Indonesia sangat besar, sekitar 600 ribu jemaah haji dan umrah setiap tahun.
"Kalikan saja 600 ribu kali. Katakanlah 1000 dolar Amerika per orang, itu sudah sangat besar," jelas Oso menggambarkan besarnya bisnis haji dan umrah.
Pameran ke-VIII Haji Umrah Pariwisata sendiri berlangsung selama 26 dan 27 Oktober.
[wah]
BERITA TERKAIT: