
Jurubicara Tentara Rakyat Korea Utara (KPA) untuk Misi Panmunjom menyampaikan penjelasan atas pertanyaan yang diajukan koran
Joson Inmigun pada Kamis (14/5) lalu, mengenai fakta bahwa militer Amerika Serikat di Korea Selatan baru-baru ini secara masif memperkenalkan berbagai tipe senjata berat di zona demiliterasasi sepanjang garis demakrasi militer/Military Demarcation Line (MDL).
Jubir tersebut merujuk media publik Korea Selatan tanggal 10 Juli 2016, bahwa faktanya Resolusi 551-4 Dewan Keamanan PBB memungkinkan diperkenalkan tidak hanya senjata api tapi senjata berat di zona demiliterasasi sepanjang MDL pada Juli 2014 dan telah mulai diimplementasi sejak 5 September pada tahun yang sama.
Menurutnya, tindakan itu terang-terangan melanggar kesepakatan gencatan senjata yang mengubah zona demiliterasasi menjadi zona bersenjata berat dan mendorong situasi ke fase tak terduga bentrokan militer.
Dia melanjutkan bahwa ini langkah AS yang tidak henti-henti menyulut perang Korea lain dan menunjukkan fakta sejarah bahwa Amerika telah lama ceroboh dan benar-benar melanggar Kesepakatan Gencatan Sejata Korea.
Di akhir pernyataannya, dia meminta Amerika dan Korea Selatan untuk menarik semua persenjataan berat dari zona demiliterisasi dan memberhentikan provokasi militer apapun melawan Republik Rakyat Demokrasi Korea atau Democratic People's Republic of Korea (DPRK)
.[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: