Sebanyak 1.000 homestay diproyeksikan bakal dibangun untuk mengantisipasi lonjakan wisnus dan wisman yang akan membanjiri Tanjung Lesung ketika 2018 tol Serang Panimbang selesai dikebut.
"Budget kredit untuk per homestay sangat merakyat, nilainya sampai Rp 150 ribu, cicilan 2 tahun pertama bunga 5 persen fix, dan lama cicilan sampai 20 tahun," kata Menteri Arief Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (19/2).
"Ini sangat ringan, karena rata-rata hanya sekitar Rp 800 ribuan per bulan," sambung dia.
Kemenpar, terang dia, akan bekerjasama dengan Kemen-PU PR, BTN dan swasta yang akan menjadi kontraktornya.
Desain arsitektur rumah akan menonjolkan adat Sunda agar homestay di sepanjang jalur menuju Tanjung Lesung kelihatan tertata rapi dan ada nilai budaya lokalnya.
Dengan angka cicilan rata-rata Rp 800 ribu itu, kata dia, target minimal 4 hari terisi dengan harga penginapan homestay Rp 250 ribu saja sudah cukup untuk mencicil.
"Dengan promosi yang makin gencar, akses diperbaiki, atraksinya dijaga dan dioptimalkan, lalu amenitasnya, maka saya yakin ini akan menjadi peluang usaha yang menarik," jelasnya.
Bagaimana manajemen dan hospitality di semua homestay itu?
"Itu akan dilatih dan dimonitoring. Masyarakat bisa diajari dengan cepat dan mudah," ujar Menpar Arief Yahya yang menyebut program ini sebagai komitmen kerakyatan Presiden Joko Widodo untuk menghidupkan ekonomi masyarakat di sektor pariwisata.
[dem]
BERITA TERKAIT: