Semua Partai Pendukung Jokowi-JK Harus Tanggung Jawab Bila Revolusi Mental Tak Terwujud

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 06 November 2015, 06:06 WIB
Semua Partai Pendukung Jokowi-JK Harus Tanggung Jawab Bila Revolusi Mental Tak Terwujud
jokowi-jk/net
rmol news logo . Revolusi Mental harus dipandang sebagai program kolektif pemerintah dan partai-partai pengusungnya. Sebab, program itu merupakan hasil rumusan bersama antara Jokowi-JK dengan partai-partai pendukung yang dituangkan di dalam visi, misi, dan program calon presiden dan wakil presiden.

"Oleh sebab itu, menjadi tanggung jawab bersama bagi pemerintah dan partai-partai pendukungnya untuk menyukseskan program revolusi mental tersebut," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia, Said Salahuddin, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Jumat, 6/11).

Pendeknya, dalam implementasi program revolusi mental, bagi pemerintah dan partai-partai pendukungnya berlaku prinsip: berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Apabila program tersebut berhasil, maka itu menjadi prestasi bagi pemerintah, sekaligus dapat diklaim sebagai prestasi partai-partai pendukungnya.

Sebaliknya, jika program itu gagal, maka partai-partai pendukung pemerintah harus turut bertanggungjwab atas kegagalan pemerintah melaksanakan program revolusi mental tersebut.

"Oleh sebab itu, agar program revolusi mental bisa berhasil, harus terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah dengan partai-partai pendukungnya. Wujud dari sinergi itu adalah tumbuhnya kesadaran untuk saling mengoreksi diantara mereka," demikian Said. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA