
. Pembentukan Pansus Pelindo II, merupakan wahana yang tepat untuk mengungkap kejanggalan-kejanggalan yang terjadi seperti adanya dugaan kasus 100 mobil crane dan perpanjangan kontrak JICT dengan Hutchinson Hongkong.
‎"Peryelidikan-penyelidikan yang dilakukan Pansus, sudah tepat yakni bukan saja bersifat teknis pelanggaran hukum namun juga ideologis terutama terkait dengan masalah kemandirian," kata Ketua UmumFederasi Serikat Pekerja Maritim (FSPMI)‎, Moh Jumhur Hidayat, kepada
Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 28/10).Â
‎‎Untuk masalah pengingkaran terhadap ideologi kemandirian ini, lanjut Jumhur, tidak ada salahnya bila penyelidikan menggali siapa-siapa saja pejabat yang berada di belakangnya. Ini penting karena agar tidak ada pejabat tinggi di Republik ini bermental orang terjajah yang menghamba kekuatan asing.‎Â
‎"Dipilihnya Rieke Diah Pitaloka sebagai Ketua Pansus sudahlah tepat, karena dari sangat sedikit anggota DPR yang berjumlah 560 orang itu, Rieke memiliki pemahaman ideologis yang mumpuni," ungkap Jumhur. ‎
‎Jumhur mengingatkan, lobby korporasi itu begitu dahsyat sehingga bisa melenakan para anggota Pansus. Bahkan yang patut dicermati, Pansus yang masih bekerja intensif saja, sudah ada anggota Pansus yaitu Refrizal yang berkunjung dan berada di Pelabuhan Teluk Bayur bersama RJ. Lino dan Rini Sumarno yang notabene mereka adalah figur-figur  yang sedang diselidiki.Â
‎ ‎"Ini kan namanya conflict of interest," demikian Jumhur.
[ysa]‎
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: