Hal ini dikatakan Mugiyanto saat menghadiri deklarasi pembentukan Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia (DBPI) di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 12 Februari 2026.
“ini kesempatan yang luar biasa, ibarat bahasa dejavu, rasanya seperti kembali lagi mungkin hampir 30 tahun yang lalu," kata Mugiyanto.
Mugiyanto mengatakan, era pemerintahan Prabowo Subianto, buruh mendapat perhatian dan pengakuan lebih besar dari negara.
"Gerakan buruh mendapatkan privilage yang luar biasa dari pemerintah," kata Mugiyanto.
Keistimewaan tersebut adalah, Presiden Prabowo Subianto hadir dalam peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2025 di Monas, Jakarta Pusat.
"Saya pikir ini salah satu pencapaian, ini bentuk rekognisi, bentuk pengakuan pemerintah atas kaum buruh Indonesia,” kata Mugiyanto.
Sementara itu, Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono menilai Indonesia beruntung memiliki Presiden Prabowo Subianto yang berpihak kepada buruh.
"Karena belum ada presiden dalam catatan di Indonesia yang mau menaikan upah buruh atau upah buruh minimum nasional hingga 6,5 persen," kata Arief.
BERITA TERKAIT: